Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Gojek Targetkan Zero Emissions, Zero Waste dan Zero Barriers pada 2030

Gojek mengumumkan komitmen Three Zeros: Zero Emissions, Zero Waste dan Zero Barriers, untuk dicapai pada 2030.

Gojek Targetkan Zero Emissions, Zero Waste dan Zero Barriers pada 2030
GOJEK
Ilustrasi 

Senada dengan Kevin Aluwi, Co-CEO Gojek Andre Soelistyo menambahkan jika sektor swasta sangat diharapkan untuk bertindak dan membantu mengatasi isu-isu lingkungan dan sosial yang penting dan berdampak pada masyarakat dan lingkungan.

"Seiring dengan berkembangnya Gojek, dan dengan jutaan orang yang bergantung pada platform kami setiap harinya, kami memiliki tanggung jawab untuk ikut ambil bagian dan menjalankan bisnis secara berkelanjutan. Melalui integrasi praktik-praktik ESG yang terdepan di industri, kami memastikan untuk menjalankan bisnis dengan lebih baik di seluruh ekosistem, sambil membuka jalan bagi perusahaan lain untuk melakukan hal yang sama. Ini merupakan isu yang semakin penting dan relevan bagi para pemangku kepentingan dimanapun, dan Gojek bertekad untuk melampaui ekspektasi mereka demi Indonesia, Asia Tenggara, dan dunia yang lebih baik,” ujar Andre Soelistyo.

Gojek telah melakukan langkah-langkah signifikan untuk mencapai targetnya. Langkah tersebut akan ditinjau dan disampaikan ke publik setiap tahun:

GoGreener

● Berkomitmen untuk melakukan inventori karbon tahunan untuk scope 1, 2 dan 3, serta penghitungan limbah, yang dimulai pada 2021.

● Meluncurkan fitur GoGreener Carbon Offset - yang merupakan fitur serap jejak karbon pertama di dunia untuk B2C (langsung melibatkan pelanggan) di dalam industri ride-haling.

● Menerapkan studi kelayakan dan proyek percontohan untuk mempercepat penerapan Kendaraan Listrik (Electric Vehicle/EV) dan transisi ke 100% EV pada 2030.

● Meluncurkan layanan GoTransit untuk memfasilitasi perjalanan multimoda guna mendorong penggunaan transportasi publik (first mile, last mile).

● Bergabung dengan steering committee Kemitraan Aksi Plastik Nasional (NPAP) untuk Indonesia, yang merupakan bagian dari Kemitraan Aksi Plastik Global yang diprakarsai World Economic Forum.

● Lebih dari 13 ton sampah plastik sekali pakai berhasil dihindari melalui program alat makan berbayar (sejak Agustus 2019); lebih dari 6,3 ton sampah plastik sekali pakai dikumpulkan melalui berbagai program percontohan pada 2019, dengan beberapa proyek percontohan baru akan dimulai pada 2021.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas