Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Proyek Kereta Cepat Jakarrta-Bandung Selesaikan Pembuatan 8 dari 13 Terowongan

KCIC saat ini mengejar pembangunan drainase dan pemasangan kabel untuk sistem persinyalan dan fasilitas operasi kereta api. 

Proyek Kereta Cepat Jakarrta-Bandung Selesaikan Pembuatan 8 dari 13 Terowongan
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
GM Material and Equipment PT KCIC, Jarot A Wibowo (kanan) meninjau kedatangan sejumlah rel sepanjang 50 meter di proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di Depo Kereta Cepat Tegalluar, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/4/2021). Batang rel ini memiliki standar UIC 60 atau R60 yang artinya memiliki berat 60 kg per satu meter, yang akan menjadikan lintasan kereta cepat minim sambungan sehingga mendukung peningkatan keamanan dari perjalanan KCJB. Total ada sebanyak 12.539 batang rel kereta yang akan diangkut, didatangkan langsung dari Cina menuju Pelabuhan Tanjung Intan Selatan Cilacap, diangkut menggunakan kereta angkutan ke Stasiun Rancaekek. Setelah itu rel dibongkar di Depo Tegalluar, Rancaekek. Tribun Jabar/Gani Kurniawan 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) kembali dilanjutkan. Proyek yang sempat terhambat Pandemi Covid-19 dan pembebasan lahan kini pengerjaannya sudah mencapai 73 persen.

Direktur Manajemen Proyek PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Allan Tandiono mengatakan bahw hingga pekan ini sudah 8 terowongan atau tunnel yang rampung dikerjakan dari total 13 terowongan.

"Dua hari lalu tunnel 11 juga sudah tembus. Jadi per Minggu ini sudah 8 terowongan yang tembus dan target nya di akhir tahun semua terowongan selesai," kata Allan saat memaparkan proges pembangunan kepada Presiden Jokowi di Bekasi, Jawa Barat, Selasa, (18/5/2021).

Pembangunan terowongan KCJB kata Allan menggunakan  TBM (Tunnel Boring Machine), sama seperti pembangunan tunnel Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta.

Pembangunan terowongan menggunakan TBM berukuran dua kali lipat dari proyek MRT yakni 13,19 meter karena memotong jalur tol Jakarta-Cikampek.

Baca juga: Jokowi: Tahun Depan Persiapan Operasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung

"Terowongan ini mencrossing tol Jakarta-Cikampek. Dengan begitu menggunakan TBM sama seperti MRT untuk menjaga kondisi tanah tidak bergerak di atasnya. Karena jalan tol tidak boleh terganggu," katanya.

Baca juga: Didampingi Dubes China, Jokowi Tinjau Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Terowongan terpanjang kata Allan berukuran 4,4 KM. Lama pengerjaan terowongan  bervariasi, tergantung pada panjangnya.  Untuk terowongan yang paling dekat dengan Jakarta sepanjang 1,8 KM menghabiskan waktu 14 bulan.

"Dimulai di Oktober selesai di Desember tahun lalu,," katanya.

Pihaknya

"Target waktu itu tercapai dengan baik, 4 ring per hari. Total 734 ring dan saat ini, 25 meter dari bawah," tuturnya.

Jokowi berharap dalam pembangunan kereta cepat ada transfer teknologi. Sehingga Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia dapat mengambil dan menyerap ilmu dari pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung.

"Kita harapkan, nanti apabila sudah diputuskan akan diperpanjang sampai ke Surabaya, kesiapan SDM-SDM kita sudah memiliki pengalaman yang di Jakarta-Bandung," katanya.

Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung memiliki panjang kurang lebih 142,3 KM. Nilai proyek pembangunan yang ditargetkan rampung akhir 2022 ini  membengkak hingga 23% dari nilai proyek awal US$ 6,071 miliar.

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung merupakan bagian dari proyek strategis nasional. Pembangunan proyek sempat terkendala Pandemi Covid-19 dan pembebasan lahan.

Ikuti kami di
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas