Tribun Bisnis

Komponen Chipset Langka, Vivo: Produksi Smartphone Masih Aman

Chip semikonduktor saat mengalami kelangkaan global. Kelangkaan chip ini, tentunya sangat mempengaruhi berbagai industri

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Sanusi
Komponen Chipset Langka, Vivo: Produksi Smartphone Masih Aman
IST
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Chip semikonduktor saat mengalami kelangkaan global. Kelangkaan chip ini, tentunya sangat mempengaruhi berbagai industri tak kecuali smartphone.

Menanggapi hal tersebut Senior Brand Director Vivo Indonesia Edy Kusuma mengatakan, Vivo menyadari betul isu kelangkaan chipset yang mempengaruhi berbagai industri termasuk smartphone.

"Meski begitu, kami terus berusaha memenuhi kebutuhan konsumen akan smartphone Vivo dari berbagai seri," kata Edy kepada Tribunnews, Selasa (26/5/2021).

Baca juga: Samsung Galaxy A32 5G, Ponsel Kelas Menengah 3 Juta-an yang Dibekali Chipset Mediatek

Edy juga mengungkapkan, pihaknya tentu berharap adanya solusi positif dari isu kelangkaan chip ini agar tetap bisa memenuhi permintaan konsumen dan tidak menghambat rantai pasokan komponen smartphone kedepan.

Terkait ada tidaknya pengaruh dari kelangkaan chip ini terhadap pasokan smartphone vivo, lanjut Edy, sejauh ini kami masih bisa memenuhi kebutuhan akan produk secara domestik.

Baca juga: Imbas Langkanya Chipset, Harga Oppo Band Naik Rp 50 Ribu Menjadi Rp 649.000

Sebelumnya perusahaan manufaktur elektronik yang berpusat di Taiwan yaitu Foxconn, memprediksi kelangkaan pasokan chip untuk smartphone dan komputer akan berlanjut hingga 2022.

Mengutip dari laman situs Bloomberg pada Senin (24/5/2021) Chairman Foxconn Young Liu menyebutkan bahwa chip yang merupakan rangkaian dari sebuah smartphone dan komputer masih langka dan bisa berlanjut hingga 2022.

Bahkan Young Liu juga memprediksi pada kuartal dua 2021 ini, komponen chip akan mengalami kelangkaan yang semakin parang dibandingkan kuartal satu 2021.

Kelangkaan komponen chip untuk rangkaian elektronik ini, akan menyebabkan kelangkaan produk karena persediaan yang kurang atau terjual habis saat suku cadang dibuat.

Menurut Young Liu, selain itu dampak dari kelangkaan chip ini juga membuat suku cadang termasuk semikonduktor dan drive layar untuk produk elektronik mengalami kelangkaan.

Hal ini karena kedua komponen tersebut banyak digunakan dalam produk konsumen, seperti smartphone dan juga tablet yang dipasarkan.

Foxconn sendiri merupakan mitra manufaktur Apple, dan kelangkaan chip ini dapat berdampak terhadap iPhone 13 yang dikabarkan akan rilis pada tahun ini.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas