Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pengamat Beberkan Solusi untuk Permasalahan Garuda Indonesia

Kemudian, Hendra merinci tujuh strategi pengelolaan organisasi yang dapat dilakukan oleh Garuda Indonesia.

Pengamat Beberkan Solusi untuk Permasalahan Garuda Indonesia
Istimewa
Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia 

Keenam, analisis market outlook dan mengambil langkah-langkah strategis yang inovatif.

Ketujuh, meningkatkan product quality, services, dan safety.

"Strategi pengelolaan organisasi yang saya sebutkan di atas tentunya harus dilakukan oleh people management yang mumpuni, berakhlak, mempunyai integritas tinggi, dan mampu mengedepankan kepentingan untuk memajukan perusahaan tentunya dengan dukungan dari pemerintah dan juga internal stakeholder, yaitu karyawan," ucapnya.

Kemudian terkait berita adanya penawaran pensiun dini bagi karyawan, menurutnya hal tersebut sangat perlu untuk dikaji ulang, selain cashflow perusahaan sedang tidak baik, sebagai pengusaha menurutnya harus menganggap SDM sebagai capital atau asset.

Karena tidaklah mudah untuk mencari dan mencetak resources yang ada di Garuda Indonesia saat ini.

Guarantee Hour Allowance atau biasa yang disebut dengan GHA itu merupakan kewajiban perusahaan untuk menggaransi jam terbang awak pesawat dan awak kabin setiap bulannya.

Tetapi pada saat perusahaan berhalangan untuk menunaikan kewajiban tersebut karena hal-hal eksternal, seperti contohnya negara-negara destinasi yang lockdown selama pandemi atau kebijakan pemerintah terkait dengan persyaratan dan protokol kesehatan, hal ini menurutnya harus dapat dibicarakan secara serius untuk mencari win-win solution.

“Justru, pada saat ada kebijakan internal perusahaan terkait dengan pemotongan hak karyawan berupa upah atau gaji, itu yang menurut saya tidak boleh dilakukan,” ucapnya.

Hendra menjelaskan, biaya yang diperlukan untuk karyawan setiap bulannya diperkirakan sekitar 5 -9 persen dari total biaya yang harus dikeluarkan.

Menurutnya, yang menjadi prioritas manajemen saat ini adalah melakukan restrukturisasi pinjaman dan melakukan negosiasi kepada para lessor terkait dengan jatuh tempo hutang, karena poin tersebut berada dikisaran 27 -30 persen dari total beban perusahaan tiap bulannya.

Halaman
123
Penulis: chaerul umam
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas