Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

BPKH Optimstis Bisa Kejar Imbal Hasil Investasi 8 Persen Tahun Depan

Kepala Pelaksana BPKH Anggito Abimanyu mengatakan, sampai Mei 2021 lalu dana yang dikelola BPKH mencapai Rp 150 triliun.

BPKH Optimstis Bisa Kejar Imbal Hasil Investasi 8 Persen Tahun Depan
Muhammad Arfan/Tribun Kaltim
ILUSTRASI - Jamaah haji kloter 14 dan kloter 15 dari Kalimantan Utara saat ini masih tertahan di bandar udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Ahad (15/9/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Badan Pengelola Keuangan Haji atau BPKH tetap optimistis bisa mengejar imbal hasil investasi sebesar 8 persen tahun depan di tengah masih munculnya ancaman pandemi Covid-19 di Tanah Air.

Optimisme ini disampaikan Benny Wicaksono, Anggota BPKH Bidang Investasi pada Kamis (10/6/2021).

Benny mengakui, saat ini investasi BPKH memang tergerus oleh pandemi. Namun begitu, investasi dana haji yang dilakukan oleh BPKH masih tergolong aman. Ada beberapa instrumen yang dilakukan antara lain, investasi langsung ke emas yang cukup menjanjikan.

“Selain itu, mayoritas investasi dilakukan BPKH juga menyasar surat berharga syariah negara (SBSN), Sukuk Korporasi, dan Surat Berharga Korporasi,” tuturnya.

Ia menambahkan, investasi yang paling baik saat ini untuk BPKH memang SBSN. Dan bila diperlukan, BPKH bisa menjual SBSN tersebut dengan harga yang cukup menarik.

Dari hasil investasi tersebut, imbal hasil pun beragam. Untuk syariah, mencapai 4 persen lebih, dan surat berharga proyeksinya mencapai 7,5 persen hingga 8 persen.

Baca juga: Dana Haji Capai Rp 150 Triliun, BPKH: Kami Nyatakan Tetap Aman

“Bila kami ambil rata-rata imbal hasil dari semua instrument tersebut di angka 5 persen,” jelas Benny.

Ia juga meyakini, angka 5 persen dalam investasi bukan angka yang cukup baik. Oleh karena itu BPKH juga memasang strategi lain agar imbal hasil ke depannya terus meningkat.

Baca juga: Haji 2021 Batal, BPKH: Jemaah yang Sudah Melakukan Pelunasan Bakal Mendapat Nilai Manfaat

Hal ini perlu dilakukan dikarenakan BPKH bertanggungjawab dalam menutupi subsidi penyelenggaraan Ibadah Haji.

“Kami harus menyediakan sekitar Rp7-Rp8 triliun dalam satu tahun. Lalu kami juga harus membayar virtual account, yang tahun lalu kami anggarkan Rp2 triliun untuk jemaah,” terangnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas