Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Dugaan Kredit Fiktif Rp 39,5 Miliar di BTN Cabang Medan, Ini Pernyataan Manajemen

Kasus kredit fiktif senilai Rp 39,5 miliar di PT Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Medan terus bergulir.

Dugaan Kredit Fiktif Rp 39,5 Miliar di BTN Cabang Medan, Ini Pernyataan Manajemen
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi BTN 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN -- Kasus kredit fiktif senilai Rp 39,5 miliar di PT Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Medan terus bergulir.

BTN menyatakan siap bekerjasama untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara hukum dengan mengutamakan azas praduga tak bersalah.

Corporate Secretary Bank BTN Ari Kurniaman mengatakan masalah tersebut terjadi dengan kredit atas nama PT Krisna Agung Yudha Adi (PT KAYA).

"PT KAYA mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) sejak 27 Februari 2014 untuk pembangunan proyek Perumahan Takapuna Residence di Sunggal, Deli Serdang, Sumatera Utara, dengan jaminan pokok berupa 93 sertifikat dan bangunan yang berdiri di atas tanah dimaksud," ucapnya, Jumat (11/6/2021).

Baca juga: Salurkan Dana PEN Rp 10 Triliun, BTN Fokus Pembiayaan Perumahan

Ia mengatakan, Fasilitas KMK dipergunakan untuk pembangunan rumah di proyek perumahan tersebut dan secara proposional hasil penjualannya telah dipergunakan untuk membayar kewajiban kepada Bank BTN.

“Sejumlah unit rumah telah dibangun dan sisa pokok fasilitas pinjaman KMK PT KAYA sudah berkurang lebih dari 50%,” kata Ari.

Fasilitas kredit PT KAYA menjadi bermasalah katanya, karena adanya penggelapan 35 sertifikat pada saat proses pengikatan di kantor notaris sehingga kolektibilitas kredit PT KAYA menjadi macet sejak 29 Januari 2019.

Baca juga: Gairahkan Pasar Properti, BTN Gandeng Pengembang Perumahaan di Serang

"Bank BTN telah melaporkan oknum yang melakukan penggelapan ke Kepolisian," bebernya.

Sementara itu, sebelumnya Asisten Pidana Khusus (Apidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) Muhammad Syarifuddin mengatakan, Kasus kredit fiktif senilai Rp 39,5 miliar di PT Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Medan sudah memasuki tahap pemeriksaan saksi oleh Kejatisu.

Dikatakan Syarifuddin, bahwa dalam kasus kredit fiktif dengan agunan 93 Surat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang diajukan Canakya Direktur PT. Krisna Agung Yudha Abadi (KAYA) ini sudah memeriksa sejumlah saksi terkait penyaluran dana ini.

Baca juga: Gandeng Baznas, BTN Syariah Permudah Pembayaran Zakat 

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Medan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas