Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ibadah Haji 2021

Keberangkatan Haji 2021 Batal, Masyarakat Diminta Tidak Tergesa Menarik Dana Haji

Hal tersebut dikatakan Hery menyusul adanya keputusan pembatalan penyelenggaraan ibadah haji di tahun 2021.

Keberangkatan Haji 2021 Batal, Masyarakat Diminta Tidak Tergesa Menarik Dana Haji
capture zoom meeting
Hery Gunardi 

Laporan Wartawan Tribunnews, Bambang Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) menghimbau kepada masyarakat khususnya para calon jamaah haji, untuk tetap tenang dan tidak tergesa untuk menarik dana haji.

Ketua Umum Asbisindo, Hery Gunardi memastikan bahwa dana haji mereka ditempatkan secara aman.

Hal tersebut dikatakan Hery menyusul adanya keputusan pembatalan penyelenggaraan ibadah haji di tahun 2021.

Hery melanjutkan, ketenangan para calon jemaah merupakan hal yang sangat dibutuhkan dalam menyikapi berbagai perkembangan pasca keputusan pembatalan pemberangkatan jemaah haji 2021.

Baca juga: Indonesia akan Intensifkan Komunikasi dengan Arab Saudi untuk Haji 2022

Hery meminta masyarakat untuk berpikir positif dan mendukung kebijakan Pemerintah terkait dengan persoalan pemberangkatan haji pada tahun ini.

“Seperti yang dituangkan dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 660 Tahun 2021, pertimbangan Pemerintah membatalkan penyelenggaraan haji lebih terkait keamanan, kesehatan dan keselamatan calon jemaah haji," ujar Hery dalam keterangannya, Senin (14/6/2021).

"Keputusan Pemerintah tersebut tidak ada hubungannya dengan persoalan finansial sebagaimana isu yang santer beredar belakangan ini. Kami juga berharap masyarakat tidak tergesa-gesa menarik dana hajinya,” sambungnya.

Baca juga: INI Wajah-wajah Kabinet Baru Perdana Menteri Israel Naftali Bennett

Dia menegaskan bahwa hingga saat ini dana milik para jemaah haji yang ditempatkan di Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) atau bank syariah yang ditunjuk oleh BPKH, tetap aman dan dikelola secara prudent dan profesional.

Untuk itu, Hery juga berharap calon jamaah haji dapat tetap menempatkan dananya karena ada nilai manfaat yang dirasakan oleh jamaah tunggu dalam bentuk virtual account.

“Jumlah tabungan haji yang ada di BSI terus meningkat setiap tahunnya. Sebagai institusi keuangan dan perbankan, tentunya kami mengelola secara prudent dan penuh kehati-hatian,” pungkas Hery.

Baca juga: 2 Tahun Jemaah Haji Batal Berangkat, Begini Siasat AMPHURI Gerakkan Ekonomi Usaha

Sebagai informasi, secara keseluruhan penempatan dana haji di seluruh perbankan syariah pada 2020 mencapai Rp43 triliun.

Selain pada perbankan syariah, BPKH juga menempatkan dana milik para jamaah haji secara aman pada instrumen keuangan syariah yang baik karena didukung dengan underlying yang sehat.

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas