Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

BSI Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Nasional di Angka 4 persen

Bank Syariah Indonesia atau BSI memprediksi pertumbuhan ekonomi 2021 diperkirakan mendekati 4 persen.

BSI Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Nasional di Angka 4 persen
Pixabay/EmAji
Ilustrasi Rupiah Hari Ini 

Laporan Wartawan Tribunnews, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Syariah Indonesia atau BSI memprediksi pertumbuhan ekonomi 2021 diperkirakan mendekati 4 persen.

Chief of Economist BSI, Banjaran Surya Indrastomo menyampaikan, pertumbuhan tersebut dipengaruhi beberapa kebijakan serta mobilitas masyarakat yang mulai naik.

“Kebijakan fiskal countercyclical, meningkatnya mobilitas masyarakat, dan momen Ramadhan menjadi growth driver pada kuartal mendatang," ujar Banjaran, Rabu (16/6/2021).

Lanjut Banjaran, pertumbuhan ekonomi makro ini didorong oleh berbagai faktor diantaranya pemulihan konsumsi masyarakat, percepatan program vaksinasi, dan insentif pajak kendaraan bermotor.

Tak hanya itu, rencana penerapan kegiatan belajar mengajar secara luring pada tahun ajaran baru juga menjadi faktor tumbuhnya perekonomian.

Baca juga: Airlangga: Reformasi Struktural Kunci Pemulihan Ekonomi Indonesia dan Kawasan Asia Pasifik

Sebagai informasi, berbagai langkah dan strategi untuk pemulihan ekonomi nasional telah dilakukan.

Pemerintah telah mendorong pemulihan ekonomi melalui berbagai program diantaranya dengan meningkatkan belanja pemerintah serta akselerasi implementasi program PEN.

Dengan realisasi anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional di sektor kesehatan, perlindungan sosial, program prioritas, subsidi UMKM dan subsidi korporasi sebesar Rp155,63 Triliun (data April 2021, Kementerian Keuangan).

Banjaran juga mengatakan, akselerasi dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Shadaqah, Wakaf) dinilai cukup penting, sehingga perlu dioptimalkan di masa sulit seperti ini.

Untuk ZIS sendiri dalam aspek sosial, sebagai instrumen syariah yang memiliki peran penting sebagai instrumen pemerataan pendapatan dan jaring pengaman sosial.

"Selain itu, akselerasi peningkatan ZISWAF diharapkan dapat dioptimalkan sebagai instrumen safety net untuk membangun ketahanan ekonomi umat,” paparnya.

Bank Syariah Indonesia saat ini bersama BAZNAS terus meningkatkan optimalisasi zakat melalui penghimpunan dan penyaluran ZIS, kerjasama perbankan dan layanan counter untuk BAZNAS di seluruh Indonesia, kerjasama fitur smart donation, dan co-branding.

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas