Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Hingga Mei 2021, PT PP Kantongi Kontrak Baru Rp 6,7 Triliun, Ini Sejumlah Proyeknya

PT PP (Persero) memperoleh kontrak baru sampai dengan akhir Mei 2021 sebesar Rp 6,7 triliun.

Hingga Mei 2021, PT PP Kantongi Kontrak Baru Rp 6,7 Triliun, Ini Sejumlah Proyeknya
Tribunnews/Jeprima
Aktivitas pekerja menyelesaikan proyek revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) Tahap I, di Jakarta Pusat, Rabu (6/1/2021). Progres revitalisasi TIM Tahap I yang meliputi gedung perpustakaan, wisma seni, parkir taman, dan Masjid Amir Hamzah itu telah mencapai 55 persen yang ditargetkan rampung pada pertengahan 2021. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT PP (Persero) memperoleh kontrak baru sampai dengan akhir Mei 2021 sebesar Rp 6,7 triliun.

Perolehan kontrak baru tersebut terdiri dari induk perusahaan sebesar 60,85 persen atau Rp 4,08 triliun, dan anak usaha sebesar 39,15 persen atau Rp 2,62 triliun.

Baca juga: Bahas Ketimpangan Infrastruktur, Menteri Suharso: Biaya Konstruksi di Wilayah Timur Lebih Mahal

"Perseroan masih terus mengejar perolahan kontrak baru ditahun ini untuk mencapai target yang telah ditetapkan," kata Sekretaris Perusahaan PT PP Yuyus Juarsa, Jumat (18/6/2021).

Ia menjelaskan, perolehan kontrak baru tersebut meliputi pembangunan proyek Junction Dawuan Tol Cisumdawu sebesar Rp 825 miliar, pegadaian tower Rp 594 miliar, Jalan KIT Batang Paket 1.4 Rp 350 miliar.

Baca juga: Fungsi Bandara Kertajati akan Optimal Setelah Tol Cisumdawu Rampung 2021

Kemudian, infrustruktur kawasan Mandalika Rp 342 miliar, RSUD Banten Rp 241 miliar, Taman Ismail Marzuki Rp 190 miliar, Jembatan Bogeg & Fly Over KA Bogeg Banten Rp 180 miliar, dan sebagainya.

"Kontrak baru sampai Mei 2021 berdasarkan kepemilikan, yaitu pemerintahsebesar Rp 1,90 triliun atau setara 28,34 persen, BUMN Rp 1 triliun atau setara 15,32 persen, dan swasta sebesar Rp 3,78 triliun atau setara 56,34 persen," paparnya.

Warga melintasi proyek pengerjaan pembangunan Jalan Bebas Hambatan Cisumdawu Phase III yang melewati jalan Desa Cilayung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, yang menuju ke jalan Raya Bandung-Cirebon, Rabu (17/03/2021). Pada musim hujan saat ini, bongkahan tanah yang terbawa truk proyek akan berjatuhan di atas jalan desa tersebut. Kondisi topografi daerah ini yang berbukit dan banyak jalan yang naik dan turun juga berpengaruh pada keselamatan warga yang melalui jalan dalam kondisi licin. TRIBUN JABAR/ZELPHI
Warga melintasi proyek pengerjaan pembangunan Jalan Bebas Hambatan Cisumdawu Phase III yang melewati jalan Desa Cilayung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, yang menuju ke jalan Raya Bandung-Cirebon, Rabu (17/03/2021). Pada musim hujan saat ini, bongkahan tanah yang terbawa truk proyek akan berjatuhan di atas jalan desa tersebut. Kondisi topografi daerah ini yang berbukit dan banyak jalan yang naik dan turun juga berpengaruh pada keselamatan warga yang melalui jalan dalam kondisi licin. TRIBUN JABAR/ZELPHI (TRIBUN JABAR/ZELPHI)

Sedangkan kontrak baru berdasarkan jenis atau tipe pekerjaan, kata Yuyus, jalan dan jembatan sebesar 53,74 persen, gedung sebesar 32,78 persen.

"Industri sebesar 5,26 persen, irigasi sebesar 4,99 persen, airport sebesar 1,36 persen, minyak dan gas sebesar 1,17 persen, dan power plant sebesar 0,70 persen," ujar Yuyus.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas