Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kebutuhan Tinggi, BPSDMI Pasok SDM Industri di Sulawesi Lewat Sekolah Vokasi

BPSDMI Kemenperin terus mencetak SDM Industri melalui sekolah dan kampus vokasi yang ada di Sulawesi.

Kebutuhan Tinggi, BPSDMI Pasok SDM Industri di Sulawesi Lewat Sekolah Vokasi
dok BPSDMI Kemenperin
BPSDMI memiliki dua Sekolah Menengah Kejuruan, dua Politeknik, satu Akademi Komunitas (AK) di wilayah Sulawesi yang telah mencetak setidaknya 1.187 lulusan kompeten dan siap kerja yang terserap tidak hanya di wilayah Sulawesi namun tersebar di seluruh Indonesia. 

Sementara itu, Manager HRD PT Huadi Nickel Alloy Indonesia, A.Adrianti Latippa juga mengakui kebutuhan tenaga kerja di PT Huadi Nickel Alloy Indonesia cukup besar.

“Hingga tahun 2022, kebutuhan tenaga kerja mencapai 1.500 orang,” katanya.

Ia pun mendukung rencana program pendidikan singkat yang dicanangkan BPSDMI Kementerian Perindustrian, yakni melalui program pendidikan vokasi industri setara D1 dengan kompetensi sesuai kebutuhan industri.
“Program yang dibutuhkan sekarang untuk bidang alat berat dan mekanikal,” mintanya.

Walau Jauh di Morowali, Minat Tinggi

BPSDMI juga telah membangun Politeknik Industri Logam Morowali yang membuka 3 (tiga) prodi yaitu: Tehnik Kimia Mineral, Tehnik Listrik dan Instalasi serta Tehnik Perawatan Mesin yang animo pendaftarnya sekitar 1: 60.
Letaknya yang cukup jauh dari Ibukota Propinsi dan akses transportasi yang terbatas tidak menurunkan semangat lulusan SMK untuk bisa kuliah di kampus ini.

Setiap tahun kampus ini meluluskan sekitar 90-an lulusan yang langsung terserap di perusahaan industri di Kawasan Industri di Morowali. Jumlah lulusan ini masih jauh lebih kecil dari kebutuan rata –rata tenaga kerja di sana yang mencapai 40.000 orang.

Arus Gunawan menegaskan komitmen Kemenperin untuk terus mendukung proses pembelajaran berbasis kompetensi dan kemitraaan dengan industri yang erat. “kita akan mendorong Kampus ini menjadi Politeknik terbaik di Indonesia.”tegas Arus, saat berdikusi dengan manajemen PT. IMIP.

“Selama ini Kawasan Industri memiliki kemitraan yang erat dengan kampus dalam menyediakan kegiatan praktek industri bagi mahasiswa, praktisi dan Industri dan menyediakan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran. Tentu saja begitu lulus langsung siap bekerja.” Jelas Djoko Suprapto, Manajer Umum PT. IMIP.

PT. IMIP Morowali menjadi mitra utama Kemenperin dalam membangun Politeknik ini dan mejadi pengguna utama lulusannya.

Editor: Sanusi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas