Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Bisnis Restoran Berpotensi Kehilangan Pendapatan hingga 85 Persen Imbas PPKM Darurat

PHRI mencatat terdapat potensi kehilangan pendapatan hingga 85 persen dengan adanya aturan PPKM darurat bagi pengusaha restoran.

Bisnis Restoran Berpotensi Kehilangan Pendapatan hingga 85 Persen Imbas PPKM Darurat
Tribun Cirebon
Ilustrasi PPKM darurat 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pelaku usaha yang bergerak dalam bisnis rumah makan atau restoran, mengaku sangat terpukul dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat yang dimulai hari ini, Sabtu (3/7/2021).

Dalam aturan PPKM Darurat disebutkan, untuk Restoran dan Rumah Makan tidak diperbolehkan adanya layanan makan di tempat.

Seluruhnya harus delivery order atau take away.

Baca juga: PPKM Darurat di Kota Solo, Suasana Mal Layaknya Kota Mati

Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Emil Arifin mencatat, terdapat potensi kehilangan pendapatan hingga 85 persen dengan adanya aturan tersebut.

Dirinya menjelaskan, bisnis restoran ini paling dominan adalah kegiatan makan di tempat.

Sedangkan untuk delivery order atau take away jumlahnya hanya sedikit, yakni hanya berkisar 15 hingga 20 persen saja dari kegiatan di restoran.

“Kita restoran ini dimana-mana mengharapkan drive in, dan itu pendapatannya 85 persen dari kegiatan restoran. Sisanya itu sekitar 15 persen sampai 20 persen itu dari take out,” ujar Emil dalam diskusi bersama MNC Trijaya, Sabtu (3/7/2021).

Baca juga: Kepala Puskesmas Ungkap Rahasia Suku Baduy Nol Kasus Positif Covid-19 

Ia kembali melanjutkan, apabila pendapatan tersebut hilang, maka pengusaha restoran akan rugi besar.

Karena arus kas menjadi tidak seimbang, antara pemasukan dengan pengeluaran.

Biaya operasional yang keluar mulai dari gaji Karyawan, sewa tempat, hingga biaya pengeluaran-pengeluaran lain seperti pajak dan charge.

Halaman
12
Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas