Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Golkar: Pemulihan Ekonomi Sudah Berada di Jalur Tepat

Kodisi itu menggambarkan bahwa program pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 berada di jalur yang benar.

Golkar: Pemulihan Ekonomi Sudah Berada di Jalur Tepat
Istimewa
Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Muhidin M Said di Gedung DPR Jakarta, Jumat (21/5/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejak semester pertama 2021, tren perekonomian nasional menunjukkan arah membaik. Hal ini terlihat dari meningkatnya indikator konsumsi, manufaktur, dan aktivitas perdagangan internasional.

Kodisi itu menggambarkan bahwa program pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 berada di jalur yang benar.

Demikian hal itu disampaikan Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR dari Fraksi Partai Golkar, Muhidin M Said di Jakarta, Selasa (13/7/2021).

"Kita patut bersyukur sudah melewati Semester I APBN 2021 dengan baik. Walau sempat diliputi kekhawatiran meningkatnya serangan Covid-19 pada awal tahun dan pelarangan mudik lebaran, trend perekonomian nasional menunjukkan arah membaik," kata Muhidin.

Politisi senior Partai Golkar itu menyebutkan sejumlah indikator makro-ekonomi yang dimaksud, meliputi bertumbuhnya konsumsi, manufaktur, dan aktivitas perdagangan internasional.

Baca juga: Rumah Sakit Penuh, Kompleks DPR Diusulkan Jadi RS Darurat Covid, Politisi Golkar Bilang Begini

Perbaikan tersebut, tergambar dalam pertumbuhan ekonomi semester I-2021 yang diprediksi mencapai 3,1 persen hingga 3,3 persen. Atau lebih baik ketimbang periode sebelumnya.

Begitupula dengan perekonomian global yang berangsur pulih, seiring peningkatan perdagangan dan manufaktur global serta tren kenaikan harga komoditas dunia.

"Tetapi kita tidak boleh lengah, masih tingginya penyebaran Covid 19 serta kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang dimulai pada 3 hingga 20 Juli 2021, tentu akan memberikan dampak terhadap ketidakpastian bagi perekonomian dan pelaksanaan APBN pada paruh kedua tahun 2021," imbuhnya.

Di sisi lain, Muhidin mengingatkan dinamika moneter di Amerika Serikat, terkait kebijakan tapering off dan kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS (The Fed). Kebijakan itu berpotensi menimbulkan dampak ikutan bagi perekonomian nasional, khususnya terhadap nilai tukar Rupiah dan suku bunga SBN.

Pada semester I-2021, lanjutnya, nilai tukar rupiah cenderung stabil di level Rp 14.299 per dolar. Oleh sebab itu, Bank Indonesia (BI), perlu terus lebih pasang mata dan telinga lebih waspada, guna mengantisipasi perkembangan dari Negeri Paman Sam.

Halaman
123
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas