Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Kekhawatiran di Balik Indonesia Jadi Negara Berpendapatan Menengah ke Bawah

Angkatan tenaga kerja Indonesia yang mencapai 140 juta orang, harusnya dibarengi dengan adanya peningkatan pada status pendapatan negara.

Kekhawatiran di Balik Indonesia Jadi Negara Berpendapatan Menengah ke Bawah
Tribunnews/JEPRIMA
Ilustrasi: Para pekerja pembersih kaca gedung pencakar langit terlihat menggunakan standar operasional keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (1/3/2021). Penerapan budaya K3 harus terus digalakan di tempat kerja guna menekan angka kecelakaaan kerja, Berdasarkan angka BPJS Ketenagakerjan pada 2019 terdapat 114 ribu kasus kecelakaan kerja dan pada 2020 terjadi peningkatan pada rentang Januari hingga Oktober 2020 BPJS ketenagakerjaan mencatat terdapat 177 ribu kasus kecelakaan kerja. Tribunnews/Jeprima 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Turunnya Indonesia menjadi negara berpendapatan menengah ke bawah dikhawatirkan dapat mempengaruhi sektor ketenagakerjaan dan kualitas pertumbuhan ekonomi nasional.

Angkatan tenaga kerja Indonesia yang mencapai 140 juta orang, harusnya dibarengi dengan adanya peningkatan pada status pendapatan negara.

Demikian disampaikan Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira saat berbincang dengan Tribun Network, Rabu (21/7/2021).

"Yang dikhawatirkan dari penurunan kelas negara berpendapatan menengah atas jadi berpendapatan menjadi menengah bawah, adalah terkait dengan tenaga kerja kita," kata Bhima.

Baca juga: Permintaan Plasma Konvalesen Meningkat 300 Persen, PMI Permudah Syarat Bagi Calon Pedonor

Setiap tahun ada penambahan 2-3 juta angkatan kerja baru di Indonesia.

Bhima menyebut angka pertumbuhan angkatan tenaga kerja nasional tersebut sangat tinggi.

Bila Indonesia turun kelas menjadi negara berpendapatan menengah ke bawah dengan angka pertumbuhan angkatan kerja tersebut, yang bakal terjadi adalah pertumbuhan ekonomi nasional makin melemah.

Baca juga: Kemenkes: Testing dan Tracing Covid di Daerah PPKM Level 4 Terus Mengalami Penurunan 3 Hari Terakhir

"Secara total angkatan kerja kita itu hampir 140 juta orang. Ini berbahaya kalau kita tidak naik kelas, tetapi turun kelas. Justru yang terjadi adalah kualitas pertumbuhan ekonomi kita makin mengalami pelemahan," ujar dia.

Hal tersebut, kata Bhima, dapat memicu terjadinya peningkatan pada angka pengangguran di tanah air.

"Yang akan terjadi akhirnya banyak orang yang sudah masuk pasar tenaga kerja, ada mahasiswa yang baru lulus mereka bingung karena serapan tenaga kerjanya menjadi menurun," pungkas dia.

Penulis: Lusius Genik Ndau Lendong
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas