Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Analis: Suntikan Modal untuk 12 BUMN Sudah Tepat, Tapi Harus Cegah Dilusi Saham Publik

Agar investor publik tidak terdilusi sahamnya, BUMN karya yang mendapat suntikan modal melakukan penerbitan saham baru (right issue).

Analis: Suntikan Modal untuk 12 BUMN Sudah Tepat, Tapi Harus Cegah Dilusi Saham Publik
Tribunnews/Irwan Rismawan
ILUSTRASI - Layar digital menampilkan informasi pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (10/9/2020). Tribunnews/Irwan Rismawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keputusan Pemerintah dan DPR memberikan suntikan modal dalam bentuk penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 72,44 triliun kepada 12 perusahaan BUMN dinilai tepat oleh Kharel Devin Fielim, analis saham Trimegah Sekuritas Tbk.

Terlebih lagi untuk menolong BUMN karya. Sebab saat ini BUMN karya memiliki kendala pada cash flow akibat penugasan negara yang diamanahkan kepada mereka.

"Sehingga tambahan PMN dari Pemerintah ini dapat dipergunakan untuk working capital. Dengan tambahan PMN ini diharapkan BUMN karya ini dapat kembali menyelesaikan penugasan yang diberikan untuk membangun infrastruktur esensial," ujarnya.

Dia mengatakan, pembangunan infrastruktur ini sangat penting bagi pemulihan ekonomi nasional.

Saat ini proyek strategis yang dilaksanakan BUMN karya tengah mengalami perlambatan akibat pandemik Covid19.

Baca juga: Arya Sinulingga Klaim Suntikan Modal Rp 72 T ke BUMN, Mayoritas Penugasan, Swasta Tak Mau

BUMN konstruksi saat ini mengalami kekurangan dana. Kondisi ini di sangat menantang dikarenakan BUMN karya memiliki hutang yang signifikan di industri perbankan Nasional.

Baca juga: Komisi VI DPR Setujui Rp 72,44 Triliun Suntikan Modal PMN untuk 12 BUMN

Dengan adanya tambahan PMN ini diharapkan akan ada dana segar masuk ke perseroan dan dapat menyelesaikan proyek yang saat ini tersendat pembangunannya.

Ketika proyek BUMN konstruksi ini berjalan, Kharel mengharapkan proyek tersebut dapat selesai dan diharapkan pendapatan baru bisa masuk ke perseroan.

Baca juga: Komisi VI DPR Gelar Rapat Tertutup Bahas Penyertaan Modal Negara ke BUMN

"Tambahan PMN ini sangat-sangat bagus. Apa yang diperjuangkan oleh Meneg BUMN Erick Tohir untuk menambah PMN di BUMN konstruksi sudah tepat," ujar Kharel.

Dia menegaskan, inisiatif Pemerintah memberikan tambahan PMN untuk BUMN karya sudah benar dan tepat karena proyek yang dipegang BUMN karya merupakan proyek strategis yang menyerap banyak tenaga kerja.

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas