Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Hingga Juni 2021, PT PP Kantongi Kontrak Baru Senilai Rp 8,5 Triliun

Perseroan menyadari perlunya adaptasi terhadap kondisi pasar saat ini agar dapat mencapai target yang diharapkan

Hingga Juni 2021, PT PP Kantongi Kontrak Baru Senilai Rp 8,5 Triliun
IST
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo meninjau maket Pegadaian Tower di acara ground breaking di Jakarta, Kamis (22/4/2021). PT PP Persero Tbk dipercaya untuk membangunnya 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT PP (Persero) Tbk mengantongi kontrak baru senilai total Rp 8,5 triliun hingga akhir Juni 2021. 

Perolehan kontrak baru tersebut, sebagian besar berasal dari jasa konstruksi dan jasa Engineering Procurement Construction (EPC) sebesar 60 persen dari induk perusahaan, dan kontribusi dari anak perusahaan sebesar 40 persen. 

Sekretaris Perusahaan PT PP Yuyus Juarsa mengatakan, perseroan menyadari perlunya adaptasi terhadap kondisi pasar saat ini agar dapat mencapai target yang diharapkan.

"Raihan kontrak baru ini diharapkan juga mampu memberikan efek lanjutan atau multiplier effect karena pengerjaan setiap proyek dilakukan secara padat karya, sehingga menjadi jawaban atas penyerapan tenaga kerja di masa pandemi ini," ujar Yuyus, Kamis (22/7/2021).

Baca juga: Tertekan PPKM Darurat, Pengusaha Telah Siapkan Skenario Pengurangan Karyawan

Menurutnya, perseroan akan mengoptimalkan produktivitas atas proyek-proyek lanjutan dengan tetap mengimplementasikan protokol kesehatan yang ketat, serta menerapkan berbagai inovasi untuk menunjang produktifitas. 

Baca juga: Komisi XI : PPKM Darurat Diperpanjang, Kebutuhan Rakyat Harus Diperhatikan  

"Pada semester II 2021, PT PP masih akan mengoptimalkan penjualan pada proyek - proyek lanjutan, dan lebih selektif dalam memenangkan berbagai proyek agar bisa segera melakukan produksi dan menjadi laba bagi perusahaan," tutur Yuyus.

Berdasarkan kepemilikan, perolehan kontrak baru didominasi proyek infrastruktur pemerintah dan BUMN yang mencapai 96 persen dari total kontrak senilai Rp 8,5 triliun. 

Untuk proyek BUMN sebesar 61 persen, pemerintah sebesar 35 persen, dan sisanya swasta 4 persen. 

Proyek infrastruktur tersebut antara lain, pembangunan proyek Junction Dawuan Tol Cisumdawu sebesar Rp 825 miliar, Pegadaian Tower senilai Rp 594 miliar, Gedung Kejaksaan Agung sebesar Rp 500 miliar. 

Baca juga: BREAKING NEWS - Rektor UI Ari Kuncoro Mundur dari Posisi Komisaris BUMN

Kemudian, Jalan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang Paket 1.4 senilai Rp 350 miliar, Infrustruktur Kawasan Mandalika sebesar Rp 342 miliar, revitalisasi Pura Besakih senilai Rp 344 miliar, dan proyek lainnya senilai ratusan miliar.

Selain itu, saat ini perseroan juga tengah mengerjakan beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN) bernilai di atas Rp 500 miliar. 

Proyek tersebut di antaranya, Kilang Minyak RDMP, Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR), Jalan Tol Kisaran Tebing Tinggi, Jalan Tol Semarang Demak, Jalan Tol Bogor Ring Road, Pelabuhan Patimban Paket 1 & 3, Bendungan Lolak, Bendungan Way Sekampung, Bendungan Lewikeuris Paket I, Bendungan Bener, Bendungan Way Apu, dan Bendungan Manikin Paket II.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas