Awal Pekan, Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 14.505 per Dolar AS, Ini Pergerakan Mata Uang di Asia
Awal pekan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot kembali melemah ke Rp 14.493 per dolar AS atau turun 0,08%, Senin (23/7/2021) pagi.
Penulis: Suci Bangun Dwi Setyaningsih
Editor: Arif Fajar Nasucha
TRIBUNNEWS.COM - Awal pekan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot kembali melemah ke Rp 14.493 per dolar AS, Senin (26/7/2021) pagi.
Rupiah turun 0,08% jika dibandingkan penutupan sebelumnya Rp 14.493 per dolar AS.
Dikutip dari Kontan.co.id, rupiah melemah bersama mayoritas mata uang lainnya di Asia.
Di mana Won Korea memimpin pelemahan mata uang Asia terhadap dolar AS dengan pelemahan 0,20%.
Baca juga: Harga Emas Antam Turun Tipis ke Level Rp 942.000 Per Gram, Ini Rinciannya
Disusul baht Thailand melemah 0,11%, upiah melemah 0,08%, dolar Taiwan melemah 0,07%, yuan China melemah 0,02%, dan dolar Singapura melemah 0,02%.
Ringgit Malaysia juga melemah 0,02% dan dolar Hong Kong melemah 0,01% terhadap dolar AS.
Sementara itu, Jepang, rupee India dan pesso Filipina menguat terhadap dolar AS, masing-masing 0,19%, 0,07% dan 0,05%.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 92,88, turun dari akhir pekan lalu yang ada di 92,91.
Diikuti, dolar Singapura yang menguat 0,03% terhadap dolar AS.
Adapun di Indonesia, Bank Central Asia (BCA) mematok kurs jual pada level Rp 14.501 per dolar AS.
Untuk kurs beli BCA adalah Rp 14. 486 per dolar AS.
Kurs jual berarti pihak bank menjual dolar AS pada posisi ini.
Sementara kurs beli berarti bila Anda ingin menjual dolar AS, maka pihak bank akan membelinya pada posisi ini.
Bagaimana kurs rupiah terhadap dollar AS di 5 bank besar?
Baca juga: Strategi Bisnis Produsen Sepatu Lokal Bisa Bertahan di Masa Pandemi