Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Ketua Apindo: Pelonggaran PPKM Darurat Belum Signifikan Kerek Kenaikan Omset

Hariyadi Sukamdani mengatakan, PPKM kali ini agak sedikit longgar karena berlaku level 3 dan 4, namun omzet usaha tetap belum naik signifikan

Ketua Apindo: Pelonggaran PPKM Darurat Belum Signifikan Kerek Kenaikan Omset
KOMPAS IMAGES
Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengapresiasi pemerintah dengan model pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) baru sesuai kondisi level tiap wilayah. 

Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani mengatakan, PPKM kali ini agak sedikit longgar karena berlaku level 3 dan 4, namun pendapatan atau omzet usaha tetap belum naik signifikan. 

"Kita apresiasi (PPKM) dilonggarkan sedikit, tapi belum banyak bertambah omzet. Belum keliatan signifikan," ujarnya saat dihubungi Tribunnews, Senin (26/7/2021). 

Menurut Hariyadi, kemungkinan nanti setelah PPKM model ini selesai di 2 Agustus atau saat DKI Jakarta sudah diturunkan ke level 3, omzet dunia usaha bisa sedikit bergerak naik. 

Baca juga: Apindo Sebut Pemerintah Masih Punya Tunggakan Biaya Isoman Pasien Covid-19 Rp 196 Miliar

"Sekarang Jakarta ini level 4. Sekarang di mal itu restoran dibatasi, tidak boleh dine in, harus take away atau online, sehingga orang enggan ke mal, dan ke bioskop juga tidak bisa," katanya. 

Baca juga: Pemerintah Janjikan Insentif Pajak untuk Pengusaha Hotel, Restoran dan Transportasi

Karena itu, dia menilai kalaupun ada wilayah dengan pusat perbelanjaan buka, tetap saja isinya yakni restoran dibatasi hingga gerai pakaian bahkan tidak dapat beroperasi. 

"Biasanya ke mal sekalian jalan-jalan. Jadi, memang secara penjualan berat, pembatasan masyarakat masih ketat, tidak angkat (omzet)" pungkas Hariyadi.

Penulis: Yanuar R Yovanda
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas