Saat Pandemi, Perbankan BUMD Diminta Cermat Baca Sektor Usaha
Perbankan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) diminta cermat dalam membaca sektor usaha yang berpotensi tumbuh di tengah pandemi
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Sanusi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perbankan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) diminta cermat dalam membaca sektor usaha yang berpotensi tumbuh di tengah pandemi Covid-19, hingga akhirnya memutuskan penyaluran kredit.
Hal tersebut disampaikan Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira saat webinar Membangun Kinerja dan Layanan BUMD Tetap Produktif di Masa Pandemi Covid-19, Jumat (30/7/2021).
Baca juga: Akibat PPKM, Yuki Kato Jadi Sering Cuci Piring hingga Urus Kucing-kucingnya
"Contohnya, BUMD perbankan harus melihat, mana sektor yang paling tepat untuk prioritas pemberian kredit, misalnya sektor manufaktur, konstruksi, dan pertanian," kata Bhima.
Selain itu, Bhima mengimbau bank BUMD terus memaksimalkan sostem digital dalam internal perusahaan maupun pelayanan ke masyarakat.
Baca juga: Update Harga Emas Antam Jumat, 30 Juli 2021: Naik Rp 8.000, per Gramnya Jadi Rp 953.000
"Digitalisasi bisa dilakukan di berbagai segmen layanan. Pastikan agar layanan tetap up to date dan sesuai kebutuhan nasabah," tuturnya.
Dalam acara yang sama, Presiden Institut Otonomi Daerah / ahli otonomi daerah Djohermansyah Djohan mengatakan, peran BUMD yaitu meningkatkan ekonomi daerah, menjadi sumber pendapatan asli daerah, membuka lapangan kerja, serta memenuhi kebutuhan dan memudahkan masyarakat.
"BUMD, seyogianya menjawab kebutuhan Pemda dan masyarakat, saat masa Covid-19 ini," ucapnya.
Menurutnya, beberapa masalah klasik BUMD yaitu masih lemahnya kemampuan manajemen, kurangnya kemampuan modal usaha, dan lain-lain.
"Perlu juga untuk menaikkan kompetensi dan profesionalitas direksi BUMD dan jajarannya. Dengan demikian maka BUMD bisa bagus dalam masa sulit ini," tuturnya.