Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

China, Jepang dan Korea Eksportir Terbesar Peralatan Medis Covid-19 ke Indonesia

Gelombang kedua wabah Covid-19 belum lama ini telah mengakibatkan peningkatan drastis permintaan tabung oksigen di Indonesia.

China, Jepang dan Korea Eksportir Terbesar Peralatan Medis Covid-19 ke Indonesia
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
SCREENING - Petugas melakukan screening donor plasma konvalesen kepada karyawan RS Manyar Medical Center dan masyarakat, Kamis (29/7). Kegiatan itu untuk memenuhi kebutuhan darah plasma konvalesen yang menipis dan menunjang terapi penyembuhan pasien Covid-19. (SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ) *** Local Caption *** 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah memastikan ketersediaan sejumlah barang dalam penanganan pandemi virus Corona dan pengadaannya dibebaskan bea masuk dan pajak impor.

Fasilitas ini diatur melalui PMK 92/2021 ini, diberikan sebagai bentuk kehadiran dan dukungan pemerintah untuk menangani pandemi Covid-19.

Sedikitnya ada tujuh barang tambahan yang mendapat fasilitas fiskal tersebut, untuk menjamin ketersediaannya saat ini.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Kementerian Keuangan Syarif Hidayat beberapa barang tambahan yang mendapatkan fasilitas kepabeanan dan cukai serta perpajakan karena ketersediaannya sangat krusial saat ini.

"Barang-barang tersebut adalah obat, peralatan medis, dan kemasan oksigen. Karena itu dalam aturan terbaru ini kami menambahkan tujuh jenis barang yang diberikan fasilitas fiskal," katanya seperti dilansir dari situs DJBC, Jumat (30/7/2021).  

Baca juga: Tabung Oksigen Terbatas, Menkes Andalkan Impor Oxygen Concentrator sebagai Solusi

Barang-barang yang dikategorikan sebagai barang yang dibutuhkan dalam penanganan pandemi Covid-19 dapat berasal dari luar negeri, pusat logistik berikat, atau industri dalam negeri seperti kawasan berikat/gudang berikat, kawasan ekonomi khusus atau free trade zone, serta perusahaan penerima fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor.

Baca juga: Pemerintah Impor Obat Covid, Anggota Komisi IX : Awasi Jalur Distribusi Obat

Berdasarkan data yang dirilis Direktorat Jenderal Bea dan Cukai baru-baru ini, dari 10 besar pengekspor peralatan medis ke Indonesia, China menyumbang porsi terbanyak disusul Jepang dan Korea.

Baca juga: Beberkan Langkah Pemenuhan Obat untuk Pasien Covid-19, Luhut Sebut Telah Impor 4 Obat Mahal

China menduduk peringkat tertinggi bernilai 8,67 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp14.486) atau 26,65 persen dari seluruh impor peralatan medis Indonesia selama 3 Mei hingga 3 Juli.

Impor peralatan medis Indonesia selama periode dua bulan tersebut, 41,99 persen merupakan alat tes PCR senilai 13,67 juta dolar AS.

Halaman
12
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas