Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Menjaga Lingkungan dengan Daur Ulang Botol Plastik

Saat konsumen memasukkan botol plastik sebagai penghargaan, mereka akan dapat poin melalui teknologi blockchain yang dipasang pada vending machine

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Menjaga Lingkungan dengan Daur Ulang Botol Plastik
handout/ist
Mini collection box di Royale Jakarta Golf Course. 

Reynas Abdila/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sahabat Sirkulasi Semesta (SSS) yang aktif mengumpulkan botol plastik untuk didaur ulang bekerjasama dengan PT Inocycle dan Plastic Pay.

Dari kolaborasi ini, mereka mengumpulkan botol plastik melalui vending machine atau bisa disebut juga mesin otomatis.

Pemimpin SSS Brian Jung menuturkan, saat ini vending machine dipasang di mal-mal besar serta tempat-tempat yang sering dikunjungi oleh banyak orang.

Ketika konsumen memasukkan botol plastik sebagai penghargaan maka mereka akan mendapatkan poin melalui teknologi blockchain yang dipasang pada vending machine.

Poin yang terkumpul dapat ditukarkan ke dalam bentuk e-money Gopay, Ovo, Dana, dan lainnya.

"Ini adalah sistem baru yang bertujuan untuk menghubungkan langsung antara konsumen dan produsen," ucap Brian dalam rilisnya, Selasa (3/8/2021).

Rekomendasi Untuk Anda

SSS telah memasang dua mini collection box di Royale Jakarta Golf Course.

Baca juga: Ajak Anak untuk Menjaga Lingkungan Sejak Dini dengan Memilah Sampah

penampungan pengolahan daur ulang
Tempat penampungan pengolahan daur ulang yang diinisiasi Sahabat Sirkulasi Semesta (SSS).

"Berdasarkan data bahwa sampah botol plastik yang dibuang di lapangan golf sangatlah besar. Maka itu kami memasang collection box di sana," tuturnya.

Pihaknya juga sedang mendiskusikan pemasangan vending machine dengan AEON Mall.
SSS juga mencoba memperluas bisnis tidak hanya mendaur ulang sampah botol plastik tetapi juga mendaur ulang kertas bekas.

Kertas yang dikumpulkan akan dikirimkan langsung ke PT Aspex Kumbong, pabrik daur ulang kertas tanpa perantara.

Kertas bekas tersebut akan didaur ulang menjadi produk kertas baru dan juga menjadi tissue toilet.

Baca juga: Krisis Sampah di Indonesia, Seberapa Penting Pemakaian Kemasan Guna Ulang?

"Pentingnya mengubah persepsi orang-orang tentang daur ulang yang ternyata hasil akhirnya bisa menciptakan nilai baru," tukas Brian.

Sebagai informasi, SSS adalah singkatan dari sekelompok teman yang menjalankan kegiatan sosial melalui daur ulang botol plastik bekas, kertas bekas, lalu mendaur ulangnya.

Berawal dari Brian Jung anak lak-laki berusia 18 tahun dari Amerika Serikat yang dibesarkan di Jakarta. 

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas