Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pertamina NRE Bukukan Laba Bersih Rp 817,3 Miliar pada Semester I 2021

Pertamina NRE (PNRE) berhasil membukukan kinerja positif dengan catatan laba bersih senilai 57 juta dolar AS.

Pertamina NRE Bukukan Laba Bersih Rp 817,3 Miliar pada Semester I 2021
Istimewa
Ilustrasi Pertamina NRE. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pertamina NRE (PNRE) berhasil membukukan kinerja positif dengan catatan laba bersih senilai 57 juta dolar AS.

Angka tersebut setara dengan Rp817,36 miliar (asumsi kurs dolar AS= Rp14.339).

Sementara untuk pendapatan dan EBITDA mencapai 181 juta dolar AS dan 152 juta dolar AS.

Pertamina New Renewable Energy (NRE) merupakan sub-holding yang dioperasikan melalui PT Pertamina Power Indonesia.

Sub Holding ini bertanggung jawab pada pelaksanaan sejumlah kegiatan, yang terdiri dari eksplorasi dan produksi sumber energi baru dan terbarukan (EBT).

Meliputi eksplorasi dan operasi wilayah kerja geothermal, pembangkit listrik panas bumi, pembangkit listrik tenaga gas dan pengembangan energi baru dan terbarukan.

Baca juga: Pengamat: Masuk Fortune 500, Bukti Pertamina Bisa Ekspansi di Masa Pandemi

Chief Executive Officer PNRE, Dannif Danusaputro mengatakan, kinerja keuangan yang positif tersebut didorong kinerja operasi yang baik.

"Kami selalu berupaya mengedepankan operational excellence untuk mencapai target yang ditentukan," ujar Dannif dalam keterangannya, Rabu (4/8/2021).

Pada kinerja operasi, sejumlah capaian positif juga berhasil dicatatkan oleh PNRE, dimana produksi listrik mencapai 2.273 GWh (Giga Watt Hour).

Di level PNRE, transisi energi pada tahun 2026 menargetkan kapasitas terpasang mencapai 10 GW, yang terdiri dari 6 GW gas to power, 3 GW energi terbarukan, dan 1 GW energi baru.

Baca juga: Said Didu: Pertamina Jangan Diprivatisasi, Lupakan Wacana IPO  

Untuk energi panas bumi sendiri saat ini kapasitas terpasang mencapai 672 MW dan ditargetkan pada tahun 2026 mencapai 1,1 GW.

Sedangkan yang termasuk dalam pengembangan energi baru antara lain adalah hidrogen, EV battery, dan carbon capture utilization and storage (CCUS).

“Untuk mencapai target tersebut, PNRE akan melakukan kolaborasi dengan mitra-mitra strategis, khususnya pengembangan energi baru seperti hidrogen dan CCUS yang teknologinya juga relatif masih baru,” kata Dannif.

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas