Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

DJPPR Buka Kesempatan Anak Muda Berkarya

DJPPR Kementerian Keuangan fokus mengembangkan produk-produk investasi dan keuangan yang baru dan inovatif melalui perlombaan.

DJPPR Buka Kesempatan Anak Muda Berkarya
Twitter
Talkshow bertajuk “Learn from the Winners, Makers! Makin Siap untuk Bikin Karya” yang dipandu oleh Billy Gustyan pada Selasa, (18/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan fokus mengembangkan produk-produk investasi dan keuangan yang baru dan inovatif melalui perlombaan.

Dalam talkshow bertajuk “Learn from the Winners, Makers! Makin Siap untuk Bikin Karya”  yang dipandu oleh Billy Gustyan pada Selasa, (18/8/2021) sore tadi, DJPPR Kemenkeu menghadirkan narasumber Ari Fathurriza, (Juara 2 Lomba Cipta Game Edukasi Pajak 2021), dan juga Audrey Maximillian, Co-Founder Riliv.

Ari Fathurriza menceritakan bagaimana ia berproses mengikuti ajang kompetisi yang akhirnya dapat dimenangkan. Ia menyarakan agar para peserta tidak memikirkan soal proposal akan diterima atau tidak, melainkan fokus untuk memberikan idenya.

Baca juga: Kemenkeu Tugasi LPEI Jalankan Program Penyelamatan Ekonomi 

"Untuk dibagian permainan, kalau bisa dijelaskan gameplaynya bagaimana, alur ceritanya, jangan bikin gameplay yang bikin player itu bisa main sekali, tapi dibuat beberapa kali agar player penasaran dengan gamenya. Terpenting dalam proposalnya, latar belakang dan gameplaynya," tuturnya.

Senada dengan Ari, menurut Audrey perlombaan ini bukan berbicara mengenai menang atau kalah, akan tetapi memaksimalkan kesempatan yang ada dan menjadikan kompetisi sebagai wadah untuk pengembangan diri.

"Ini juga bukan masalah menang atau kalah, namun bagaimana temen-temen itu bisa mendapatkan wadah yang ga semua orang juga bisa mendapatkan itu bahkan bergerak mau mengikuti. Wadah ini jangan disia-siakan," ujar Audrey.

Lebih lanjut, menurut Kepala Subdirektorat Mitigasi Risiko APBN Kemeneku, Albertus Kurniadi mengatakan, ajang perlombaan InFest Inkubasi 2021 menjadi ruang khusus yang disediakan oleh pemerintah untuk mengajak anak-anak muda, pegiat komunitas untuk berpartisipasi membangun produk investasi yang berkelanjutan.

"Mengapa pemerintah perlu mendukung pembuatan produk edukasi, karena pemerintah punya program dan kebijakan. Program dan kebijakan harus selaras dengan operasionalisasinya. Maka dari itu, kita butuh anak muda yang penuh kreativitas untuk membuat produk-produk baru agar dapat menterjemahkan, levelling antara operasionalisasi dengan program tersebut agar bisa linked dengan programnya, kebijakannya," jelasnya dalam sapaan di Talkshow tersebut.

Seperti diketahui, Kementerian Keuangan kerap mengadakan lomba yang menyasar anak muda, salah satunya dengan mengajak generasi millenials untuk berkompetisi dalam ajang Inklusi Festival (InFest) Inkubasi 2021 untuk menemukan ide produk terbaik dalam edukasi keuangan dan investasi.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas