Tak Sekadar Berwirausaha, UMKM Dbroo Kitchen Temani Siswa TK hingga Mahasiswa Berkarya
Dbroo Kitchen bukan hanya usaha kuliner namun juga sebagai wadah anak TK hingga mahasiswa belajar dan berkarya
Penulis:
Facundo Chrysnha Pradipha
Editor:
Febri Prasetyo
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chrysnha Pradipha
TRIBUNNEWS.COM - Rumah produksi UMKM kuliner lokal Dbroo Kitchen pagi itu tak seperti biasanya. Suasana yang sehari-hari dipenuhi aktivitas produksi camilan mendadak berubah ramai.
Tawa anak-anak terdengar bersahutan di sela menggulung adonan bekatul egg roll yang baru diberikan. Dengan celemek kecil yang menggantung di leher, mereka sibuk membuat adonan untuk kemudian menuang topping hingga memperhatikan instruksi dengan wajah antusias.
"Ini benar tidak bu seperti ini?" tanya seorang anak sembari menunjukkan adonan.
"Kalau begini gimana?" tanya seorang anak lainnya di bagian ujung barisan.
Mereka adalah anak-anak TK yang tengah belajar menjadi “karyawan magang” dalam sesi cooking class Dbroo Kitchen.
Sang pemilik UMKM Dbroo Kitchen, Yuliani Setiawati seketika menghampiri meja anak-anak yang mulai kesulitan menggulung adonan egg roll.
Perempuan yang sebelumnya bekerja sebagai pegawai bank itu tampak sabar mendampingi peserta satu per satu.
Yulia mengaku kegiatan cooking class awalnya hanya selingan. Namun lama-lama justru menjadi aktivitas yang paling ia tunggu.
Dari situ, ia mulai membuka kesempatan bagi anak-anak untuk belajar langsung di tempat produksinya yang beralamat di Karangasem, Laweyan, Kota Solo.
Tak hanya anak TK, Dbroo Kitchen juga kerap didatangi pelajar dan mahasiswa untuk magang, penelitian, maupun mengerjakan tugas kuliah.
Baca juga: Mendag Budi Sebut Mayoritas UMKM Tak Tahu Cara Cari Pembeli di Luar Negeri
Sejak 2022, mahasiswa dari Universitas Sebelas Maret, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Dian Nuswantoro hingga Universitas Veteran Bangun Nusantara datang silih berganti ke tempat usahanya.
Di sela produksi harian, Yulia tetap harus membagi waktu mendampingi peserta cooking class maupun mahasiswa magang.
“Saya cuma bisa membagi pengalaman dan sedikit ilmu yang saya punya. Semoga bisa membantu adik-adik mengerjakan tugas,” katanya, Jumat (15/5/2026).
Saat mendampingi mahasiswa program Wirausaha Merdeka atau WMK, para peserta sudah datang membawa prototype produk masing-masing. Yulia membantu mereka mulai dari membeli bahan baku, proses produksi, sampai pemasaran.