Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

BBM Satu Harga

BBM Satu Harga, Bagaimana Dampaknya Terhadap Keuangan Pertamina?

Menurut dia, beberapa daerah tentu diuntungkan oleh program dari PT Pertamina (Persero) ini karena harga BBM bisa turun jauh.

BBM Satu Harga, Bagaimana Dampaknya Terhadap Keuangan Pertamina?
Tribunnews/Irwan Rismawan
Petugas melayani pelanggan mengisi bahan bakar kendaraan bermotor di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pengamat keuangan Ariston Tjendra mengatakan, program bahan bakar minyak (BBM) satu harga memberi keuntungan terhadap daerah-daerah yang sulit transportasi logistik.

Menurut dia, beberapa daerah tentu diuntungkan oleh program dari PT Pertamina (Persero) ini karena harga BBM bisa turun jauh.

"Dulu di daerah tertentu, di antaranya Maluku dan Papua, harga BBM premium bisa Rp 40 ribu sampai Rp 100 ribu per liter.

Baca juga: Dorong Transisi Energi, Dirjen Migas Resmikan SPBG Pertamina di Kaligawe Semarang

Jadi, ini sangat membantu perekonomian daerah setempat, bisa menurunkan biaya-biaya dan akhirnya meningkatkan demand atau konsumsi," ujarnya melalui pesan singkat kepada Tribunnews, Minggu (22/8/2021).

Sementara itu, Ariston menjelaskan, perseroan masih tetap dapat membukukan kinerja baik dari sisi keuangan dengan adanya program BBM satu harga.

"Kalau saya lihat laporan keuangan semester I 2021 Pertamina, menunjukkan profit yang besar.

Baca juga: Transisi Penggunaan BBM ke Energi Listrik di Sektor Transportasi Butuh Waktu Lama

Program ini sudah berjalan sejak tahun 2017, sehingga kelihatannya tidak berdampak negatif ke keuangan Pertamina," katanya.

Strategi tetap mencatat laporan keuangan baik dinilainya bisa saja dari subsidi silang, pengaturan harga BBM yang optimal, dan perbaikan mekanisme pendistribusia.

Ariston menambahkan, lebih rinci dari laporan keuangan terbaru itu, semua komponen pendapatan Pertamina mengalami kenaikan.

Baca juga: Pengamat Otomotif: BBM RON Tinggi Lebih Hemat di Kantong

"Total pendapatan naik 25 persen dengan komponen ekspor naik 96 persen, Pertamina juga mendapatkan kenaikan pendapatan subsidi dari pemerintah sebesar 23 persen.

Dari sisi biaya, Pertamina juga berhasil menekan kerugian kurs dengan kerugian kurs turun sebesar 65 persen," pungkasnya.

Penulis: Yanuar R Yovanda
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas