Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Menyambung Mata Rantai Manfaat, Formula Tepat Pelaku UMKM Gali Potensi Masyarakat

UMKM lahir dari rakyat, dan tumbuh bersama potensi yang ada dalam masyarakat. Maka itu, UMKM dalam menjalankan roda bisnisnya, tak bisa sendirian

Menyambung Mata Rantai Manfaat, Formula Tepat Pelaku UMKM Gali Potensi Masyarakat

TRIBUNNEWS.COM – UMKM lahir dari rakyat, dan tumbuh bersama potensi yang ada dalam masyarakat. Maka itu, UMKM dalam menjalankan roda bisnisnya, tak bisa berjalan sendirian. Diperlukan kolaborasi dengan pelaku usaha lain untuk bisa menghasilkan keuntungan kepada berbagai pihak yang ada hulu bahkan hingga ke hilir.

Bukti nyata terlihat pada usaha Gula Jawa RGM Cap Kelapa asal Cilacap. Sang pemilik Sutrasno menjelaskan, konsep awalnya membangun bisnis gula jawa bertujuan untuk memberikan dampak positif terhadap kehidupan sosial dan ekonomi di desanya. “Saya memulai bisnis ini sejak masih bujang sekitar umur 25 tahun sebelum menikah,” jelasnya. 

Sutrasno bercerita, sebelum ada sentra pembuatan gula jawa, masih banyak anak muda yang menganggur di desanya. Dari permasalahan tersebut muncul keinginan untuk mendirikan usaha yang dapat memberikan efek positif bagi daerah tempat tinggalnya. 

“Dulu di desa ini banyak pengangguran, lalu terpikir bagaimana caranya agar dapat menolong lingkungan agar mereka bisa kerja,” tambah Sutrasno. 

Pemilik Gula Jawa RGM Cap Kelapa, Sutrasno.
Pemilik Gula Jawa RGM Cap Kelapa, Sutrasno. (ISTIMEWA)

Seiring berjalannya waktu, ia sudah mampu memproduksi gula jawa 4 sampai 5 ton yang dipasok ke berbagai pasar. 

Dampak positif lainnya juga terlihat dari penambahan jumlah karyawan yang bekerja di tempatnya. Awalnya hanya 3 orang saja, sekarang sudah sampai 25 orang yang terdiri 5 orang laki-laki dan sisanya perempuan. 

Sutrasno cukup senang dirinya mampu mempekerjakan perempuan dalam bisnisnya. Menurutnya, kehadiran perempuan khususnya para ibu membuat mereka dapat membantu suami dalam mencari nafkah. 

“Di desa kan kadang pekerjaan tidak menentu. Laki-laki hanya patani yang berpenghasilan minim sekali. Sehingga ibu-ibu perlu sekali membantu rumah tangga dan suaminya,” ungkap Sutrasno. 

Sementara itu, Mantri BRI Sofyan menilai, efek domino positif dari UMKM tidak hanya berhenti pada pemilik, karyawan, dan lingkungan sekitar saja. Kehadiran UMKM juga memberikan dampak positif terhadap pelaku usaha lainnya, bahkan hingga kepada para petani. 

Ia menambahkan, efek positif tersebut bisa dirasakan banyak pihak sebab gula jawa merupakan produk yang dapat diolah lagi menjadi bahan makanan dan minuman yang laku dijual. 

“UMKM untuk menyerap gula jawa itu agak banyak karena bisa diolah jadi dodol, bapia, kecap, dan kopi, serta minuman-minuman lainnya,” jelas Sofyan. 

Terus berinovasi agar mata rantai manfaat terjaga

Salah satu UMKM yang memanfaatkan gula jawa untuk produksinya adalah Kecap Kuda Terbang, yang sudah berdiri sejak 1950. Generasi ketiga sekaligus owner Kecap Kuda Terbang Cahyo Nugroho mengatakan, pihaknya selalu menggunakan gula merah berkualitas sebagai bahan baku untuk produksinya. 

Selain menggunakan bahan baku berkualitas, Cahyo kerap memodifikasi resep rahasia pembuatan kecap yang telah diwariskan sejak turun temurun. Hal itu sengaja dilakukan untuk menjawab berbagai kebutuhan pasar dan menjaga mata rantai manfaat dari produk-produk UMKM. 

Generasi ketiga sekaligus owner Kecap Kuda Terbang Cahyo Nugroho.
Generasi ketiga sekaligus owner Kecap Kuda Terbang Cahyo Nugroho. (ISTIMEWA)

Hal itu juga sengaja dilakukan karena ia sadar, kecap merupakan bahan baku yang bisa digunakan untuk berbagai macam makanan. Dengan adanya modifikasi tersebut, diharapkan kecap miliknya mampu menambah cita rasa dari berbagai makanan yang ada di seluruh Indonesia. 

“Saya terjun ke bisnis ini sekitar 8 tahun lalu dengan diberikan resep rahasia keluarga. Dalam praktiknya, kita nggak bisa pakai resep tersebut secara baku karena zaman dan permintaan pasar itu tidak seperti dulu. Kita mesti menyesuaikan,” jelas Cahyo. 

Dari keberanian itulah membuat Cahyo mampu memunculkan produk-produk lain yang disesuaikan dengan keinginan pasar. 

“Dari Kuda Terbang, Kaloka, dan Doro. Munculnya produk itu untuk menyesuaikan permintaan konsumen,” jelasnya. 

Agar dapat diterima dengan baik oleh pasar, ia juga imbangi dengan edukasi mengenai perubahan produk kepada para pelanggannya. 

“Kalau di pasar itu beragam responnya. Jangan lelah mengedukasi konsumen soal perubahan,” ujar Cahyo. 

Ada banyak cerita inspiratif dari Sutrasno dan Cahyo yang dapat disaksikan di Petualangan Brilian The Series Episode 7. 

Selain dua sosok tersebut, Petualangan Brilian The Series akan terus menghadirkan sosok-sosok inspiratif para pelaku UMKM lokal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia yang dapat disaksikan setiap Sabtu, pukul 18.00, di Kompas TV dan Youtube Bank BRI.

Hadirnya beragam kisah inspiratif dari para pelaku UMKM, penggiat brand lokal dan para Mantri BRI ini diharapkan mampu memicu berbagai pihak, khusus pelaku UMKM lain di seluruh negeri yang merupakan garda terdepan penjaga perekonomian bangsa untuk terus berinovasi, serta mengembangkan potensi lokal agar bisa memberikan dampak positif bagi banyak orang.

Admin: Sponsored Content
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas