Tribun Bisnis

Pakar: Aneh Kalau BPK Diisi Orang-Orang Bermasalah dan Terafiliasi dengan Parpol

Aneh kalau kemudian BPK diisi oleh orang-orang bermasalah, apalagi figur-figurnya berkaitan dengan partai politik

Penulis: Reza Deni
Editor: Choirul Arifin
Pakar: Aneh Kalau BPK Diisi Orang-Orang Bermasalah dan Terafiliasi dengan Parpol
Youtube KompasTV
Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Feri Amsari 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pakar hukum tata negara yang juga Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Feri Amsari ikut menyoroti soal polemik seleksi Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Dia menilai seleksi anggota BPK semestinya jadi momentum untuk membersihkan lembaga audit negara itu agar lebih independen.

Hal tersebut dikemukakan seiring dengan belum diambilnya keputusan oleh Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengenai dua nama yang tidak memenuhi persyaratan.

Hasil kajian Badan Keahlian DPR, hasil pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dan juga pendapat hukum Mahkamah Agung menyatakan Harry Z. Soeratin dan Nyoman Adhi Suryadnyana tidak memenuhi persyaratan formil sebagaimana ketentuan Pasal 13 huruf j UU No 15 Tahun 200y tentang BPK.

"Aneh kalau kemudian BPK diisi oleh orang-orang bermasalah, apalagi figur-figurnya berkaitan dengan partai politik," kata Feri  kepada wartawan, Jumat (3/9/2021).

Baca juga: Formappi Sebut Komisi XI Bersikap Konyol Jika Masih Loloskan Calon Anggota BPK Tak Penuhi Syarat

Pakar Hukum Universitas Andalas, Padang itu menegaskan proses seleksi yang tidak sesuai ketentuan justru mengingkari sifat independensi BPK.

Baca juga: BW ke Komisi XI Jelang Uji Kelayakan Calon Anggota BPK: Jangan Main-main dengan Conflict of Interest

"Integritas audit harus menjadi sasaran dan tujuan dari proses seleksi. Bagaimana mungkin integritas audit bisa baik apabila terdapat calon-calon bermasalah," tandasnya

Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) membenarkan pihaknya telah menerbitkan fatwa terkait seleksi calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Ya benar, MA sudah menjawab permintaan pendapat hukum/fatwa hukum oleh DPR terkait seleksi calon anggota BPK," kata Juru Bicara MA, Andi Samsan Nganro saat dikonfirmasi Tribun, Kamis(26/8/2021) malam.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas