Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Biaya Logistik di Indonesia Mahal Jika Dibandingkan Negara Asean, Ini Kata Erick Thohir

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, bahwa biaya logistik di Indonesia tergolong mahal.

Biaya Logistik di Indonesia Mahal Jika Dibandingkan Negara Asean, Ini Kata Erick Thohir
Istimewa
Ilustrasi Terminal JICT 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bambang Ismoyo

TRIBUNNEWS.COMM, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, bahwa biaya logistik di Indonesia tergolong mahal.

Hal tersebut tentunya sangat berpengaruh terhadap kinerja para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Sebagai informasi, sebelumnya Kementerian Keuangan juga pernah mengakui bahwa biaya logistik di Indonesia sangat mahal, yakni mencapai 23,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Erick juga menyebutkan, tak hanya aspek logistik yang mempengaruhi kinerja para UMKM.

Baca juga: Bahas NLE, Bea Cukai Dukung Peningkatan Kelancaran Arus Logistik Nasional

Maka dari itu , sesuai dengan tupoksi Kementerian BUMN terhadap para UMKM atau entrepreneur baru, fokus dukungan yang bisa diberikan selain aspek logistik adalah meliputi pendanaan dan akses pasar.

Erick juga mengatakan, terdapat beberapa BUMN yang bisa mendukung kemajuan industri ekonomi kreatif dan juga UMKM.

Sehingga, selain memberi bantuan, juga dapat memberikan pendampingan agar bisnis sektor yang menggerakkan ekonomi di tingkat terbawah itu bisa berputar.

Baca juga: Zebra Nusantara Banting Setir ke Bisnis Logistik Setelah Bukukan Omset Rp 4 Triliun

"Kita benahi infrastruktur, seperti pembangunan jalan tol karena ongkos logistik di Indonesia mahal. Bisa 26 persen, sementara negara Asia Tenggara lainnya dibawah 15 persen. Jika logistik mahal, maka nilai kompetitifnya mahal,” ucap Erick dalam keterangannya, Senin (20/9/2021).

“Soal pendanaan, BUMN punya holding ultra mikro yang terdiri dari BRI, Pegadaian, dan Permodalan Nasional Madani yang bisa memfasilitasi pinjaman Rp1 juta hingga Rp4 juta dengan bunga murah," sambungnya.

Halaman
12
Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas