Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Ketua PPPI: Pandemi Picu Perubahan Perilaku Konsumen, Perusahaan Perlu Waspada

Perubahan tersebut cenderung bersifat permanen dan makin kuat. Janoe menyebutkan pandemi Covid-19 telah menyebabkan perubahan standar

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Choirul Arifin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Ketua PPPI: Pandemi Picu Perubahan Perilaku Konsumen, Perusahaan Perlu Waspada
dok.
Webinar Indonesia Brand Communication Championship (IBBC) 2021. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Choirul Arifin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) Janoe Arijanto mengatakan, ada kecenderungan perubahan kebiasaan konsumen akibat pandemi selama 1,5 tahun terakhir ini.

Perubahan tersebut cenderung bersifat permanen dan makin kuat. Janoe menyebutkan pandemi Covid-19 telah menyebabkan perubahan standar, nilai dan interaksi konsumen terhadap merek.

Efeknya, konsumen makin selektif dalam memilih merek alias semakin pilih-pilih. Efek lainnya, konsumen makin rasional dalam mempertimbangkan saat membeli barang, dengan mempertimbangkan aspek fungsionalnya.

Baca juga: Konsumen Beralih ke Rokok Murah Jadi Sorotan Produsen

Tren perubahan perilaku lainnya pada konsumen akibat pandemi Covid-19 adalah selera dan preferensi konsumen terhadap produk menjadi semakin lokal.

Konsumen juga makin alert alias makin peduli pada aspek kesehatann.

Janoe menegaskan, dengan melihat kecenderungan perubahan-perubahan perilaku dan selera konsumen tersebut, perusahaan sebagai pemilik merek harus cepat beradaptasi melakukan penyesuaian agar merek dan produknya tetap eksis dan diminati konsumen.

Rekomendasi Untuk Anda

"Perusahaan harus melakukan penyesuaian terhadap banyak hal. Perubahan tersebut juga membuat kami harus lebih jeli lagi," ungkapnya di acara webinar Indonesia Brand Communication Championship 2021 (IBBC 2021) yang digelar secar virtual, baru-baru ini.

Baca juga: Cegah Data Pribadi Konsumen Bocor, Gojek Bentuk Tim Khusus

Janoe menekankan, perusahaan sebagai pemilik merek perlu mempertimbangkan untuk segera melakukan riset, dan menciptakan produk dengan kategori baru dengan fisik yang berbeda dari sebelumnya untuk merespon perubahan preferensi konsumen sekaligus menghadirkan konteks yang lebih baru.

IBCC 2021 merupakan ajang kompetisi kreativitas komunikasi dalam rangka mengawal eksistensi brand yang diikuti perusahaan pemilik brand, leader dan/atau tim brand guardian di perusahaan, dan agensi yang membantu komunikasi brand.

Program IBCC 2021 terbagi dalam tiga kategori besar, yaitu kreativitas brand campaign (creative brand campaign), perwalian dan pengawalan eksistensi brand (brand guardianship), dan keandalan agensi dalam membantu komunikasi brand (branding agency).

Masing-masing kategori lalu dibagi ke dalam beberapa sub kategori. Pada Creative Brand Campaign dibagi menjadi TV Commercial, Brand Activation, Digital Brand Campaign, dan Integrated Brand Campaign.

Baca juga: Pabrik Jadi Bukti Komitmen DFSK Melayani Konsumen Otomotif Indonesia

Sementara, Brand Guardianship dibagi ke dalam dua kategori, yakni Top Leader of Brand Guardian dan Brand Guardian Team. Sementara, Branding Agency hanya memiliki satu kategori.

“Program ini diselenggarakan dalam rangka menunjukkan kepada investor bahwa brand yang di-support-nya dikelola dan dikawal dengan baik oleh para wali merek (brand guardian) di perusahaan," ujar Lis Hendriani, Pemimpin Redaksi Majalah MIX-MarComm, Senin (20/9/2021).

Lis menjelaskan, proses penjurian dilakukan selama empat hari, pada bulan Juli 2021 oleh tim juri yang terdiri dari pakar termasuk dari media dan akademisi secara virtual melalui zoom meeting.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas