Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kadin Ingin Industri Properti Dibenahi Agar Kesenjangan Kebutuhan dan Ketersediaan Semakin Menurun

Kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan (backlog) perumahan di Indonesia terbilang tinggi.

Kadin Ingin Industri Properti Dibenahi Agar Kesenjangan Kebutuhan dan Ketersediaan Semakin Menurun
Tribun Kaltim/Muhammad Arfan
Dari sekitar hampir 800an unit rumah tapak yang dibangun pengembang di Tanjung Selor, Kalimantan Utara 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan (backlog) perumahan di Indonesia terbilang tinggi.

Masih banyak masyarakat yang membutuhkan hunian namun belum bisa terpenuhi.

Padahal efek ganda industri properti juga cukup besar bagi pertumbuhan ekonomi.

Karenanya, ekosistem yang berkualitas dan rantai pasok yang baik mampu menjawab tantangan dalam industri properti belakangan ini.

Baca juga: Strategi Pengembang Tekan Biaya Pemasaran Properti

Kepala Badan Pengembangan Kawasan Properti Terpadu Kadin Indonesia, Budiarsa Sastrawinata mengatakan, ekosistem industri properti perlu dibenahi.

“Ekosistem industri properti peranannya sangat penting dan perlu dibenahi agar pemenuhan kebutuhan perumahan, permukiman bisa dilakukan secara efektif dan efisien,” ungkap Budiarsa dalam webinar Indonesia Housing Forum 2021 secara virtual, Kamis (14/10/2021).

Budiarsa menuturkan, ekosistem industri properti cukup krusial.

Bukan hanya untuk kebutuhan pemukiman, industri ini mampu menggerakkan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

Baca juga: Mengenal Fitur-fitur Pinhome, Aplikasi Jual-beli Properti, dari Rumah, Apartemen Sampai Ruko

Industri properti beririsan langsung dengan industri-industri ikutan di dalam lingkupnya, ataupun dengan industri penunjang yang berkaitan lainnya.

Tercatat, industri ini memiliki efek pengganda (multiplier effect) kepada 175 industri dan melibatkan 350 UMKM.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas