Tribun Bisnis

Proyek Pembangunan Kawasan Industri Dinilai Prospektif, Intiland Garap Mojokerto dan Batang

PT Intiland Development Tbk (DILD) mengincar proyek-proyek pembangunan kawasan industri di daerah.

Editor: Hendra Gunawan
Proyek Pembangunan Kawasan Industri Dinilai Prospektif, Intiland Garap Mojokerto dan Batang
Tribun Jateng
Batang Industrial Park (BIP) atau Kawasan Indutri Terpadu (KIT) Batang 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- PT Intiland Development Tbk (DILD) mengincar proyek-proyek pembangunan kawasan industri di daerah.

Kini pengembangan kawasan industri dinilai menjanjikan di tengah pertumbuhan ekonomi dan investasi yang sedang digenjot pemerintah.

Corporate Secretary DILD Theresia Rustandi menjelaskan, saat ini Intiland memiliki dua pengembangan kawasan industri, yakni Ngoro Industrial Park (NIP) yang berokasi di Mojokerto Jawa Timur, serta Batang Industrial Park (BIP) yang berada di Batang Jawa Tengah.

Baca juga: Riset: Milenial dan Generasi Z Mendominasi Pencarian Properti Lima Tahun Terakhir

Di kawasan Industri NIP, terdapat sekitar 91 perusahaan atau investor dari berbagai bidang industri, seperti makanan, otomotif, semen, dan sektor lainnya.

Sementara BIP, meski relatif masih baru dikembangkan oleh Intiland, tapi sudah ada beberapa perusahaan multinasional yang berinvestasi dan mulai membangun pabriknya.

Penting untuk dicatat, pengembangan kawasan Industri Intiland di Batang Industrial Park ini berbeda lokasi, segmentasi dan luasan dengan Kawasan Industri Batang (KIT) Batang yang sedang dikembangkan oleh pemerintah.

Dari segi luas area pengembangan, saat ini Kawasan Industri NIP telah berjalan dengan luasan wilayah 500 hektare (ha).

Baca juga: Kadin Ingin Industri Properti Dibenahi Agar Kesenjangan Kebutuhan dan Ketersediaan Semakin Menurun

Intiland merencanakan penambahan luasan wilayah sebesar 100 ha pada tahun 2022.

"Sedangkan Kawasan Industri BIP di tahap 1 ini dibuka dengan luas wilayah 287 ha. Di kawasan industri ini ada perusahaan multinasional dan potential buyer yang siap bergabung," jelas Theresia saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (17/10).

Adapun kontribusi penjualan segmen pengembangan kawasan industri pada Semester I-2021 tercatat sebesar Rp 274 miliar atau mencapai 26% dari total marketing sales DILD, yakni Rp 943 miliar.

Baca juga: Insentif PPN Efektif Dorong Penjualan Sektor Properti

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas