Tribun Bisnis

Pertamina Dorong Penyaluran Solar Subsidi Tepat Sasaran, Berikut Sektor yang Berhak Konsumsi

sasaran penerima manfaat produk BBM subsidi sudah diatur dalam regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah.

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Sanusi
Pertamina Dorong Penyaluran Solar Subsidi Tepat Sasaran, Berikut Sektor yang Berhak Konsumsi
Tribunnews/Jeprima
Petugas melakukan pengisian bahan bakar jenis biosolar di SPBU Pertamina, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (17/2/2021). Pemerintah terus berupaya menekan impor bahan bakar minyak, di antaranya melalui program mandatori biodiesel yang ditingkatkan menjadi B30 sejak awal tahun lalu. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat, pada 2020 realisasi pemanfaatan biodiesel mencapai 8,46 juta kiloliter (kl) dan telah menghemat devisa sekitar Rp 38,31 triliun. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pertamina terus mendorong agar penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi, dalam hal ini produk Solar atau Jenis BBM Tertentu (JBT), dapat tepat sasaran sesuai peruntukannya.

Hal tersebut dijalankan Perseroan melalui berbagai edukasi dan aktivitas yang dijalankan kepada masyarakat maupun konsumen.

Baca juga: Mulai Langka, Pertamina Tambah Pasokan Solar ke Wilayah Ini

Seperti diketahui, Pertamina merupakan badan usaha yang menerima penugasan dari pemerintah dalam menyalurkan BBM subsidi.

Lalu, siapa dan kendaraan jenis apa yang berhak menggunakan solar subsidi?

Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina, Brasto Galih Nugroho mengatakan, sasaran penerima manfaat produk BBM subsidi sudah diatur dalam regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah.

Baca juga: Kelangkaan Pasokan Solar Bikin Awak Bus Mila Sejahtera Was-was, Jam Istirahat Terpangkas untuk Antre

Regulasi tersebut ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang penyediaan, pendistribusian dan harga jual eceran bahan bakar minyak.

Untuk sektor transportasi darat, produk subsidi Solar subsidi dikhususkan untuk masyarakat dalam kaitannya dengan transportasi orang atau barang pelat hitam dan kuning (mobil pengangkutan hasil kegiatan perkebunan dan pertambangan dengan jumlah roda lebih dari enam).

Kemudian juga termasuk mobil ambulance, mobil pengangkut jenazah, mobil pemadam kebakaran, mobil pengangkut sampah dan kereta api umum penumpang dan barang berdasarkan kuota yang ditetapkan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Sementara itu, untuk sektor transportasi laut, Solar subsidi digunakan untuk transportasi air yang menggunakan motor tempel dengan verifikasi dan rekomendasi instansi terkait.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas