Tribun Bisnis

Bank Indonesia Catat Aliran Modal Asing Masuk ke Pasar Keuangan Domestik Rp710 Miliar

Berdasarkan data transaksi Bank Indonesia periode 18 Oktober 2021 - 21 Oktober 2021, nonresiden di pasar keuangan domestik tercatat beli neto Rp710 M.

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
Bank Indonesia Catat Aliran Modal Asing Masuk ke Pasar Keuangan Domestik Rp710 Miliar
Tribunnews/Jeprima
Ilustrasi Uang - Bank Indonesia dalam laporannya menyebutkan, terdapat aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik selama satu pekan ke belakang. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia dalam laporannya menyebutkan, terdapat aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik selama satu pekan ke belakang.

Berdasarkan data transaksi Bank Indonesia periode 18 Oktober 2021 hingga 21 Oktober 2021, nonresiden di pasar keuangan domestik tercatat beli neto Rp710 miliar.

“Nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp0,71 triliun terdiri dari jual neto di pasar SBN (surat berharga negara) sebesar Rp1,35 triliun dan beli neto di pasar saham sebesar Rp2,06 triliun,” jelas Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono dalam keterangannya, Jumat (22/10/2021).

Premi CDS Indonesia 5 tahun turun ke level 82,17 bps per 21 Oktober 2021 dari 84,82 bps per 15 Oktober 2021.

Baca juga: Kebutuhan Investasi Hijau di Indonesia Capai 350 Miliar Dolar AS  

Baca juga: Di Tengah Perlambatan Ekonomi, Sejumlah Bank Masih Mampu Cetak Laba

Dirinya melanjutkan, premi credit default swap (CDS) 5 tahun turun ke level 82,17 bps (basis poin) per 21 Oktober 2021 dari 84,82 bps per 15 Oktober 2021.

Erwin juga mengatakan, Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

Kemudian, pihaknya akan melakukan langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

“Serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan,” pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas