Tribun Bisnis

Kementerian ESDM Jamin Tarif Listrik Tidak Sampai Sampai Akhir Tahun Meski Harga Batubara Membara

Pasokan listrik maupun kapasitas terpasang pembangkit listrik  sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai akhir tahun.

Editor: Choirul Arifin
Kementerian ESDM Jamin Tarif Listrik Tidak Sampai Sampai Akhir Tahun Meski Harga Batubara Membara
Tribunnews/Irwan Rismawan
Petugas PLN menggunakan thermogun mengukur suhu pada peralatan yang terpasang di Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) di Gardu Induk Gandul, Jakarta, Kamis (25/2/2021). PLN melalui Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) melakukan pemeliharaan jaringan transmisi dan gardu induk secara berkala untuk menjaga keandalan pasokan pada sistem kelistrikan Jakarta hingga ujung barat Pulau Jawa untuk menghadapi cuaca ekstrem. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan Reporter: Muhammad Julian

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan, tarif listrik tidak akan mengalami kenaikan, paling tidak hingga akhir tahun 2021 mendatang.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, pasokan listrik maupun kapasitas terpasang pembangkit listrik  sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai akhir tahun.

Di sisi lain, pihaknya juga terus-menerus memantau jaminan rantai pasok energi batubara maupun gas.

“Yang sekarang kami lagi lihat day by day adalah jaminan supply chain-nya, terutama batubara karena sekarang komoditas batubara dan LNG itu lagi naik, beberapa negara sudah mengalami krisis energi,” kata Rida Mulyana dalam konferensi pers yang digelar virtual, Kamis (21/10/2021).

Rida menjelaskan, Indonesia patut bersyukur lantaran memiliki batubara dan gas yang melimpah.

Di samping itu, pemanfaatannya juga diregulasi dengan ketentuan kewajiban pemenuhan domestik alias domestic market obligation (DMO), baik dari segi volume maupun harga.

Baca juga: Menteri ESDM: Pembangkit Listrik Seluruhnya Berasal dari EBT di Tahun 2030

“Sekarang kan harga batubara sudah di atas US$ 200 (per ton) ya, sementara PLN tetap saja beli dengan harga US$ 70 (per ton)," ujarnya.

Baca juga: Krisis Energi Singapura Semakin Genting, Tiga Pengecer Listrik Gulung Tikar, Otoritas Bertindak

Itu artinya negara hadir dan menjamin listrik ini tetap akan ada karena sudah regulated oleh pemerintah atas nama konstitusi.

Baca juga: Realisasi TKDN di Proyek Kelistrikan PLN Mencapai Rp 35,32 Triliun

"Karena apapun yang ada di kandungan bumi kita harus sebesar-besarnya untuk kepentingan kita sendiri,” terang Rida.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas