Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Bos INKA Beberkan Penyebab Tabrakan LRT, Ada Indikasi Human Error

PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA, mengkonfirmasi terjadinya kecelakaan kereta LRT Jabodebek di ruas jalur Cibubur, Jakarta Timur.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Bos INKA Beberkan Penyebab Tabrakan LRT, Ada Indikasi Human Error
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Tampak gerbong LRT yang mengalami kecelakaan di perlintasan wilayah Kelurahan Munjul, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Senin (25/10/2021). Bos INKA Beberkan Penyebab Tabrakan LRT, Ada Indikasi Human Error 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA, mengkonfirmasi terjadinya kecelakaan kereta LRT Jabodebek di ruas jalur Cibubur, Jakarta Timur.

Direktur Utama INKA, Budi Noviantoro mengatakan, berdasarkan indikasi yang ditemukan di lapangan, insiden tersebut disebabkan oleh human error alias kelalaian manusia.

Masinis yang mengendarai kereta LRT dalam rangkaian uji coba tersebut, melakukan langsiran yang kecepatannya melebihi dari kecepatan standar langsiran pada umumnya.

Sebagai informasi, langsir adalah pergerakan rangkaian kereta, gerbong, atau hanya lokomotif untuk beralih jalur rel.

Biasanya, perpindahan jalur terutama diperlukan untuk memisahkan atau merangkaikan kereta atau gerbong

Diketahui, kecepatan langsiran biasanya tak lebih dari 20 hingga 30 kilometer per jam.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ini terindikasi adanya langsiran yang terlalu cepat," ucap Budi dalam konferensi pers secara virtual, Senin (25/10/2021).

Baca juga: LRT Jabodebek Kecelakaan, Adhi Karya Tunggu Hasil Investigasi

"(Harusnya) sesuai standar kecepatan langsir. ini pasti kesalahan prosedur. makanya tadi saya katakan ada indikasi human eror, di mana masinis kecepatan melebihi," sambungnya.

Budi juga mengungkapkan, masinis yang bersangkutan saat ini kondisinya mengalami luka ringan.

Mewakili Inka, Budi melontarkan permintaan permohonan maaf kepada sejumlah pihak. Terutama Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, dan Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi.

Tindakan yang akan dilakukan Perseroan adalah, melakukan investigasi bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Insiden kecelakaan kereta Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek di rel di atas ruas Tol Jagorawi KM 12/600, Cipayung, Senin (25/10/2021).
Insiden kecelakaan kereta Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek di rel di atas ruas Tol Jagorawi KM 12/600, Cipayung, Senin (25/10/2021). (KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA ACHMAD)

"Masinisnya Alhamdulillah tidak apa-apa, luka ringan masih sadar," papar Budi.

"Kami memohon maaf atas semua pihak kepada Menteri perhubungan dan Menteri BUMN, serta juga Menko Marves dan lainnya seperti KAI," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, gerbong Light Rail Transit (LRT) yang masih dalam tahap operasional mengalami kecelakaan di lintasan wilayah Kelurahan Munjul, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur pada Senin (25/10/2021)

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas