Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Satgas Covid-19 Minta Masyarakat Jangan Lengah, Sub Varian Delta Masih Ada dan Lebih Menular

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Alexander Ginting mengatakan, seluruh masyarakat diminta jangan lengah

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Satgas Covid-19 Minta Masyarakat Jangan Lengah, Sub Varian Delta Masih Ada dan Lebih Menular
Tribunnews.com/ Srihandriatmo Malau
Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Nasional, Brigjen TNI (Purn) dr Alexander K Ginting. Satgas Covid-19 Minta Masyarakat Jangan Lengah, Sub Varian Delta Masih Ada dan Lebih Menular 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus aktif Covid-19 di Indonesia menunjukkan angka penurunan, jika dibandingkan dengan beberapa waktu lalu saat varian delta menyerang.

Berdasarkan data Rabu (3/11/2021) kasus aktif Covid-19 di Indonesia mencapai 11.592 orang. Adapun data tersebut disampaikan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Alexander Ginting mengatakan, seluruh masyarakat diminta jangan lengah dan tetap mewaspadai kenaikan kasus Covid-19 sekecil apapun di wilayah masing-masing.

Terlebih, kini telah ditemukan sejumlah sub-varian baru dari virus Delta.

"Yang harus disampaikan ke masyarakat, bahwa variant of concern tentang delta dan sub-variannya masih ada, dan ini bertransmisi baik di negara tetangga, di eropa maupun di Rusia. Ini lebih menular," ucap Ginting dalam acara Diskusi Produktif, Rabu (3/11/2021).

Peringatan yang dilontarkan Ginting bukan tanpa alasan. Lantaran, saat ini masyarakat terlalu euforia dengan adanya penurunan kasus aktif Covid-19.

Rekomendasi Untuk Anda

Untuk mencegah rantai penuluran virus tersebut, Satgas Covid-19 bersama Kementerian dan Lembaga terkait tengah menyusun sejumlah regulasi.

Baca juga: Satgas Covid-19 Cegah Terjadinya Lonjakan Mobilitas saat Libur Natal dan Tahun Baru 2022

Salah satunya aturan wajib tes PCR atau antigen bagi para masyarakat yang hendak melakukan perjalanan.

Ginting kembali mengungkapkan, Pemerintah juga sedang menetapkan aturan untuk menahan lonjakan mobilitas masyarakat di periode libur Natal dan Tahun Baru.

Seperti memangkas jumlah cuti akhir tahun, penyesuaian PPKM di sejumlah wilayah, hingga diperketatnya aturan terkait perjalanan ke luar daerah.

"Kendati sudah ada pelonggaran, kepatuhan (protokol kesehatan) tetap harus tinggi. Jangan euforia menaklukan kepatuhan dan kewaspadaan kita," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, sampai saat ini di Indonesia telah ditemukan 23 jenis turunan varian Delta.

Ilustrasi virus corona covid-19.(Shutterstock)
Ilustrasi virus corona covid-19.(Shutterstock) (Shutterstock)

Nadia menyebut, varian Delta di Indonesia sendiri sudah mencatatkan sebanyak 4.358 dari hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing.

Hal itu dikhawatirkan dapat memicu lonjakan kasus terjadi di Indonesia.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas