Tribun Bisnis

Virus Corona

Epidemiolog Ingatkan Ventilasi dan Sirkulasi Udara Harus Lancar di Transportasi Umum

Pihak atau pengelola moda transportasi harus setidaknya melakukan dua hal itu minimal dua kali dalam sehari.

Editor: Choirul Arifin
Epidemiolog Ingatkan Ventilasi dan Sirkulasi Udara Harus Lancar di Transportasi Umum
Tribun Jakarta/Ega Alfreda
ILUSTRASI - Bus AKAP berbagai jurusan menunggu penumpang di Terminal Bus Poris Plawad, Tangerang, Banten. 

Laporan Reporter Kontan, Vina Elvira

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tren penyebaran kasus Covid-19 yang kini sudah melandai di Tanah Air, turut mendorong pergerakan mobilitas masyarakat pasca pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) beberapa waktu lalu.

Meskipun begitu, penerapan protokol kesehatan (prokes) 5M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas) dan juga percepatan vaksinasi Covid-19 harus tetap digadangkan karena kondisi pandemi ini belum berakhir.

Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman menyatakan, prokes pasca kebiasaan baru, termasuk di ruang publik dan transportasi publik sangatlah penting untuk membantu mengurangi potensi risiko penularan Covid-19.

Termasuk juga di dalamnya, kebijakan jaga jarak dan juga kapasitas di dalam moda transportasi umum. Menurut Dicky, dua hal ini merupakan pasangan yang tidak bisa dipisahkan dan harus diterapkan di setiap kendaraan umum.

Begitu pula dengan pentingnya ventilasi dan sirkulasi yang lancar di dalam kendaraan.

"Orang bisa jaga jarak kalau kapasitasnya dijaga, dan ini juga berkaitan dengan ventilasi sirkulasi yang harus lancar dan terjaga untuk moda transportasi apapun," kata Dicky saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (8/11/2021).

Dia menambahkan, pembersihan secara reguler dan desinfeksi juga tak kalah penting. Pihak atau pengelola moda transportasi harus setidaknya melakukan dua hal itu minimal dua kali dalam sehari.

"Ini yang menjadi satu penerapan protokol baru di area maupun moda transportasi," sambungnya.

Meskipun risiko penularan di dalam transportasi publik itu tidak begitu besar, tetapi bukan berarti tidak ada. Maka dari itu, tindakan preventif harus tetap digaungkan oleh semua pihak.

Baik itu dari sisi masyarakat dan juga kebijakan yang diterapkan pengelola moda transportasi publik.

Artikel ini tayang di Kontan dengan judul Epidemiolog ungkap pentingnya prokes ketat di area transportasi publik

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas