Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Fintech Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Teknologi finansial atau fintech diprediksi memiliki peran besar terhadap percepatan pemulihan ekonomi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Sanusi
zoom-in Fintech Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia
IST
ILUSTRASI 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Teknologi finansial atau fintech diprediksi memiliki peran besar terhadap percepatan pemulihan ekonomi.

Presiden Joko Widodo menyatakan harapannya bahwa keberadaan fintech akan turut mendorong Indonesia menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-7 di dunia tahun 2030.

Riset CEIC mencatat Indonesia menjadi negara kedua terbesar di kawasan Asia Tenggara dengan perputaran uang kartal dan giral dengan nilai US$1,5 triliun pada tahun 2020.

Baca juga: Toyota Siap Dukung Upaya Pengurangan Emisi di Indonesia Lewat Cara Ini

Di posisi puncak ada Singapura yang memiliki perputaran uang sebesar US$2,3 triliun pada periode yang sama.

Perputaran uang itu dilakukan dengan berbagai bentuk transaksi antara lain bank tradisional, uang tunai, pemerintah, perusahaan fintech, e-money, serta digital bank.

Bhima Yudhistira, Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) mengatakan, maraknya fintech saat ini akan mengakibatkan masifnya transaksi non tunai.

Baca juga: Rayakan Hari Fintech Nasional, Aftech Hadirkan Kegiatan Literasi Keuangan hingga Promosi Brand

Rekomendasi Untuk Anda

Ketika transaksi non-tunai semakin umum bagi kalangan masyarakat, maka akan muncul bisnis-bisnis baru di industri ini.

“Jadi semakin cashless akan terjadi efisiensi dan terus muncul bisnis-bisnis digital.

Ini akan menciptakaan tenaga kerja yang lebih besar lagi dan tentunya mendorong ekonomi Indonesia,” kata Bhima saat diskusi virtual bertajuk ‘Peran Fintech Dorong Ekonomi Digital Indonesia’ yang digelar Forum Wartawan Teknologi (FORWAT), Rabu (10/11/2021).

Salah satu pemain di industri fintech adalah OY! Indonesia.

Perusahaan yang terbentuk sejak tahun 2017 ini menyebut layanannya sebagai money movement yang memfasilitasi semua proses keuangan, mulai dari kebutuhan sehari-hari individu hingga kebutuhan bisnis di antara beberapa institusi, mulai dari berbagai bank komersial, bank digital, P2P Lending, e-money, dan perusahaan fintech lainnya.

Menariknya, OY! Indonesia merupakan startup fintech yang memadukan antara sistem online dengan offline.

“Indonesia itu unik sebagai salah satu negara dengan perputaran uang yang sangat besar. Perputaran uangnya itu lewat beragam media. Ada yang digital dan ada pula yang cash. Kami melayani transaksi keduanya. Boleh dibilang, kami adalah aggregator dari sumber keuangan,” kata Chief Executive Officer (CEO) OY! Indonesia, Jesayas Ferdinandus.

Jesayas melanjutkan, ada alasan mengapa pihaknya membantu menghadirkan layanan untuk transaksi tunai.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas