Tribun Bisnis

Kendaraan Listrik Mulai Jadi Magnet untuk Pemain Multifinance

Presiden Direktur CIMB Niaga Auto Finance Ristiawan Suherman bilang pembiayaan kepada mobil listrik jadi salah satu strategi CNAF di tahun depan

Editor: Sanusi
Kendaraan Listrik Mulai Jadi Magnet untuk Pemain Multifinance
Tribunnews/JEPRIMA
Lexus LF-30 Electrified Concept saat dihadirkan pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (11/11/2021). Visi elektrifikasi ini diwujudkan dengan kehadiran Lexus LF-30 Electrified Concept, sebuah mobil all-electric yang diperkirakan akan mengaspal di tahun 2030. Selain memperlihatkan all-electric platform dari Lexus, LF-30 Electrified Concept juga membayangkan teknologi masa depan seperti Autonomous Driving, Four In-Wheel Electric Motors, Lexus Advanced Posture Control dan AirPorter. Teknologi dan inovasi yang terdapat di Lexus LF-30 Electrified Concept semakin memperkuat visi masa depan mobility technology. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Segmen kendaraan listrik di Indonesia tampaknya mulai menarik minat beberapa pemain di industri keuangan.

Industri multifinance pun melihat peluang segmen tersebut akan mulai bertumbuh di tahun depan meskipun belum akan tumbuh signifikan.

Seperti diketahui, pemerintah sendiri mulai mendorong penjualan mobil listrik dengan mengeluarkan beberapa stimulus.

Baca juga: Deretan Mobil Listrik Mejeng di IEMS 2021, Ada Mitsubishi Minicab MiEV hingga Toyota C+pod

Salah satunya, beleid yang mulai berlaku pada 16 Oktober lalu terkait tarif PPnBM 0 persen bagi kendaraan bermotor yang memanfaatkan teknologi battery electric vehicle (BEV) atau fuel cell electric vehicle.

Meskipun demikian, industri mobil listrik dilihat masih banyak tantangan yang bisa menghambat pertumbuhan seperti minimnya infrastruktur saat ini, khususnya tempat pengisian bahan bakar. Oleh karenanya, hal ini menimbulkan minat pada mobil listrik baru akan bertumbuh perlahan.

Baca juga: Moeldoko: Percepatan Kendaraan Listrik Solusi Masalah Energi Nasional

“Menuju ke sana pasti, tapi menurut saya masih belum banyak mobil listrik, paling akan menuju ke sana di tahun 2030,” ungkap Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Suwandi Wiratno kepada KONTAN, Rabu (24/11).

Namun, tampaknya hal tersebut tak menyurutkan semangat beberapa perusahaan multifinance untuk gencar membiayai mobil listrik. Salah satunya CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) yang tahun ini saja per Oktober sudah mengalami pertumbuhan 119% you dengan nilai Rp 26 miliar.

Presiden Direktur CIMB Niaga Auto Finance Ristiawan Suherman bilang pembiayaan kepada mobil listrik menjadi salah satu strategi CNAF di tahun depan seiring dengan pertumbuhan penjualan kendaraan listrik, hybrid ataupun kendaraan ramah lingkungan.

Baca juga: Penjualan Mobil Listrik Naik Tajam 2 Tahun Ini, Kemenhub Terbitkan 7.526 SRUT

“Belum ada target spesifik khusus mobil listrik. Tapi kalo aspirasi CNAF bisa naik lebih dari 2x lipat pencairan tahun 2021,” ujar Ristiawan.

Untuk mendorong target tersebut, Ristiawan bilang, CNAF akan memberikan bunga yang lebih murah dari pembiayaan mobil konvensional. Hanya saja, ia belum mengutarakan berapa bunga yang akan diberikan untuk pembiayaan mobil listrik.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas