Tribun Bisnis

Pengusaha Sebut Implementasi LCS RI-China Membuat Bisnis Lebih Efisien

Hariyadi Sukamdani optimistis implementasi LCS RI-China ini akan meningkatkan kinerja ekspor Indonesia ke Negeri Tirai Bambu itu

Penulis: Sanusi
Editor: Eko Sutriyanto
Pengusaha Sebut Implementasi LCS RI-China Membuat Bisnis Lebih Efisien
kontan.co.id
Alim Markus 

Duta Besar RI untuk RRC dan Mongolia, Djauhari Oratmangun dalam sambutannya berharap para pengusaha kedua belah negara bisa memanfaatkan implementasi LCS RI-China yang telah dimulai sejak September 2021 lalu.

“Karena nilai mata uang menjadi indikator yang penting untuk menentukan kalkulasi usaha, semakin fluktuatif akan menimbulkan ketidakpastian dan berimplikasi pada tingginya biaya transaksi,” kata Djauhari.

Baca juga: Penerapan LCS RI-Tiongkok Dinilai Bisa Dorong Transaksi Kedua Negara

Pemerintah Indonesia, kata Djauhari, menyambut baik  implementasi LCS antara kedua negara. Dia berharap implementasi kebijakan itu dapat meningkatkan nilai perdagangan dan investasi di antara Indonesia dan China.

“Saya sangat berharap LCS ini dapat dimanfaatkan dengan maksimal untuk mengoptimalkan kemitraan dagang kedua negara,” kata dia.

Bank Indonesia (BI) sendiri mencatat sejak 2015-2020, valuta setelmen ekspor RI ke China pembayarannya 94 persen menggunakan mata uang dolar AS. Demikian halnya dengan valuta setelmen impor RI dari China yang pembayarannya 83 persen menggunakan mata uang dolar AS.

Analis Eksekutif BI Beijing Firman Hidayat dalam paparannya menjelaskan bahwa implementasi LCS RI-China ini sendiri merupakan kerja sama penyelesaian transaksi bilateral dengan mata uang lokal keempat yang dilakukan oleh BI. Sebelumnya BI juga melakukan kerja sama LCS dengan Thailand, Malaysia dan Jepang.

"Transaksi LCS Indonesia terus meningkat di mana pada tahun 2018 nilainya baru mencapai 348 juta dolar AS. Kemudian menjadi 760 juta dolar AS di 2019 dan 800 juta dolar AS di 2020. Terakhir di 2021 sampai dengan Oktober sudah mencapai 1,63 miliar dolar AS," ungkap Firman.

Dia menjelaskan ada banyak manfaat yang didapatkan dari implementasi LCS ini, di mana salah satunya adalah melepas ketergantungan dari mata uang dolar AS yang selama ini sangat fluktuatif.

"LCS ini banyak manfaatnya untuk Indonesia terlebih lagi saat ini ekonomi China merupakan yang terbesar kedua di dunia dengan kontribusi mencapai 18 persen dari PDB dunia. Pertumbuhan ekonomi China juga menjadi mesin pendorong pertumbuhan ekonomi global di 2020-2022," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Indonesia dan China telah meninggalkan penggunaan dolar Amerika Serikat dalam transaksi perdagangan, seiring dengan diselesaikannya aturan teknis pelaksanaan kesepakatan LCS. Tetapi, masih terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaan ke depan. 

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas