Tribun Bisnis

GMR Airports Consortium Pegang 49 Persen Saham Bandara Kualanamu, Kementerian BUMN Beri Penjelasan

GMR Airports Consortium dipilih menjadi mitra strategis setelah melalui serangkaian proses tender secara profesional dan transparan.

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Muhammad Zulfikar
GMR Airports Consortium Pegang 49 Persen Saham Bandara Kualanamu, Kementerian BUMN Beri Penjelasan
dok Angkasa Pura II
Bandara Kualanamu. GMR Airports Consortium Pegang 49 Persen Saham Bandara Kualanamu, Kementerian BUMN Beri Penjelasan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) telah mengajak mitra strategis yakni GMR Airports Consortium bersama-sama mengelola dan mengembangkan Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara.

GMR Airports Consortium dipilih menjadi mitra strategis setelah melalui serangkaian proses tender secara profesional dan transparan.

Adapun PT Angkasa Pura II (Persero) dengan GMR Airports Consortium membentuk Joint Venture Company (JVCo) yakni PT Angkasa Pura Aviasi untuk mengelola dan mengembangkan Bandara Internasional Kualanamu.

AP II sebagai pemegang saham mayoritas dengan menguasai 51 persen saham di PT Angkasa Pura Aviasi, sementara GMR Airports Consortium memegang 49 persen saham.

Dengan kata lain, saat ini pengelolaan Bandara Internasional Kualanamu dilakukan oleh AP II. Sejalan dengan adanya mitra strategis, pengelolaan selama 25 tahun akan dilakukan oleh AP II dan GMR melalui JVCO.

Adapun GMR Airports Consortium yang sebagian sahamnya juga dimiliki Aéroports de Paris Group (ADP) asal Prancis termasuk jaringan operator bandara dengan total jumlah penumpang terbanyak di dunia.

Baca juga: Gandeng Operator India, AP II: Kepemilikan Bandara Kualanamu 100 Persen Milik Kami

Adanya hal tersebut, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) langsung memberikan responnya.

Melalui Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengatakan, berkat pelepasan saham yang dilakukan oleh anak usaha PT Angkasa Pura II tersebut, negara tetap mendapatkan keuntungan.

“Ini adalah kerja sama BOT (Build Operate Transfer), artinya ini kerja sama operasional di mana ini terjalin 25 tahun. Maka (jika sudah berakhir) dikembalikan lagi kepada Angkasa Pura,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (26/11/2021).

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas