Tribun Bisnis

Bandara Kualanamu Dijual ke Investor India? Berikut Jawaban Kementerian BUMN

Klaim pemerintah untung Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyebutkan negara tetap untung dari aksi yang dilakukan

Editor: Hendra Gunawan
Bandara Kualanamu Dijual ke Investor India? Berikut Jawaban Kementerian BUMN
dok Angkasa Pura II
Bandara Kualanamu 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kabar di lini masa bahwa Bandara Kualanamu Medan telah dijual ke pihak asing.

Pembelinya adalah sebuah perusahaan investor asal India yang bergerak di bidang pembangunan bandara.

Kabar tersebut datang dari mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu.

Said Didu mengugkapkan hal tersebut dalam akunnya.

"Bagi yg paham korporasi, jika sudah menyangkut pelepasan saham itu berarti sudah penjualan asset - bukan lagi Joint Operation.

Baca juga: Citilink Jadi Maskapai Pertama Terbangi Rute Bandara Halim ke Cepu

Joint Operation adalah para pihak memasukkan modal utk mengelola fasilitas dan berbagi laba sesuai kesepakatan - tdk ada perpindahan saham. Jelas?" tulis Said Dudi dalam akun Twitter pribadinya seperti dikutip pada Jumat (26/11/2021).

Dikutip Kompas.com dari Antara, PT Angkasa Pura II selaku pemilik Bandara Kualanamu memang diketahui melepas kepemilikan sahamnya sebesar 49 persen kepada perusahaan asal India bernama GMR Airport Internasional.

Klaim pemerintah untung Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyebutkan negara tetap untung dari aksi yang dilakukan oleh anak usaha PT Angkasa Pura II tersebut.

"Angkasa Pura II mendapatkan dua keuntungan, yaitu dana sebesar Rp 1,58 triliun dari GMR serta ada pembangunan dan pengembangan Kualanamu sebesar Rp 56 triliun dengan tahap pertama sebesar Rp 3 triliun," ujarnya.

Baca juga: Kemenhub Pastikan Kesiapan Mobil Listrik Hingga Bandara Ngurah Rai Jelang KTT G-20

Arya mengatakan aksi melepas 49 persen saham itu membuat perseroan tidak perlu mengeluarkan uang sebesar Rp 58 triliun untuk pengembangan Bandara Kualanamu, karena proyek pembangunan bandara justru ditanggung oleh mitra.
Menurutnya, dana sebesar Rp 1,58 triliun bisa dipakai oleh Angkasa Pura II untuk pengembangan dan pembangunan bandara baru di Indonesia.

"Ini namanya memberdayakan aset tanpa kehilangan aset, bahkan asetnya membesar berkali-kali lipat," jelasnya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas