Tribun Bisnis

Genjot Investasi Hulu Migas, SKK Migas Kembali Adakan IOG 2021

Konvensi hulu migas pada tahun ini mengangkat tema Progressing Toward Road to 1 Million BOPD and 12 BSCFD, dan akan berlangsung selama tiga hari

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Muhammad Zulfikar
Genjot Investasi Hulu Migas, SKK Migas Kembali Adakan IOG 2021
Pertamina
Kilang migas Pertamina. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, BALI - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) kembali menggelar konvensi hulu migas yakni 2nd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2021 (IOG 2021) di Bali. 

Konvensi hulu migas pada tahun ini mengangkat tema Progressing Toward Road to 1 Million BOPD and 12 BSCFD, dan akan berlangsung selama tiga hari sejak Senin (29/11/2021) secara hybrid. 

Acara yang dihadiri lebih dari 120 pembicara nasional dan internasional, pada hari pertama dibuka Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

Adapun narasurmber diisi Menteri ESDM Arifin Tafsir, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, dan pelaku industri hulu migas. 

Sebelumnya, Ketua Organizing Committee IOG 2021 Luky Agung Yusgiantoro mengatakan, sebagai upaya untuk kebutuhan energi nasional, SKK Migas telah memiliki visi jangka panjang industri hulu migas yakni capaian target produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan gas 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) di tahun 2030.

Untuk mencapai hal tersebut, kata Luky, SKK Migas telah menetapkan rencana strategis Indonesian Oil and Gas 4.0 yang menjadi pedoman para pelaku di sektor hulu migas, seperti optimalisasi di lapangan eksisting untuk rencana pengembangan lapangan. 

Kemudian, percepatan transformasi sumber daya ke produksi dengan pengawasan dan pengendalian yang baik pada setiap rencana pengembangan lapangan, serta mempercepat Chemical Enhanced Oil Recovery dalam kontribusi penambahan produksi minyak nasional.

Baca juga: DEN: Kejar Target Produksi Migas, Diperlukan Inisiatif

“Tidak hanya itu, eksplorasi migas juga akan dilaksanakan secara masif yang didasari kajian studi mendalam, meningkatkan percepatan proses perizinan melalui One Door Service Policy, serta insentif hulu migas agar daya saing dan iklim investasi hulu migas Indonesia menjadi lebih menarik," papar Luky.

Guna menyelaraskan hal-hal tersebut antar pemangku kepentingan, serta untuk terus menarik para investor dan meningkatkan kegiatan eksplorasi migas, akan dipaparkan beberapa perbaikan pada regulasi dan Fiscal Terms dalam gelaran IOG 2021

SKK Migas juga akan memberikan penghargaan pencapaian kerja pada industri hulu migas pada acara tersebut.

“Konvensi IOG kedua yang kembali kami gelar tahun ini akan menyediakan wadah bagi para pemangku kepentingan di seluruh dunia yang bertujuan memajukan sektor hulu migas dan meningkatkan investasi di Indonesia,” ujar Luky.

Melalui konvensi internasional ini diharapkan dapat membawa perubahan pada sektor hulu migas baik dari segi investasi maupun inovasi. 

“Semoga kita mendapatkan banyak insight yang berguna untuk masa depan sektor hulu migas Indonesia dan memberikan manfaat sehubung dengan industri minyak dan gas bumi bagi para peserta,” paparnya.

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas