Tribun Bisnis

Arab Saudi Bakal Menaikkan Harga Minyak untuk Pasar Asia dan Amerika Serikat Tahun Depan

Arab Saudi menaikkan harga minyak untuk pasar Asia dan Amerika Serikat (AS)  di tahun depan. Aramco menaikkan harga penjualan minyak per Januari 2022

Editor: Muhammad Zulfikar
Arab Saudi Bakal Menaikkan Harga Minyak untuk Pasar Asia dan Amerika Serikat Tahun Depan
Kontan
ILUSTRASI : Pengeboran minyak. Arab Saudi Bakal Menaikkan Harga Minyak untuk Pasar Asia dan Amerika Serikat Tahun Depan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Arab Saudi menaikkan harga minyak untuk pasar Asia dan Amerika Serikat (AS)  di tahun depan. Aramco menaikkan harga penjualan minyak per Januari 2022 sebesar 60 sen atau naik$ US 3,30 per barel dari Desember di Asia.

Harga itu menjadi paling mahal sejak Februari 2020, mengutip Bloomberg pada Senin (6/12/2021). Aramco melihat permintaan tetap kuat meskipun penyebaran varian omicron terus merajalela ke seluruh penjuru dunia.

Langkah itu dilakukan beberapa hari setelah OPEC+ yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Rusia mengejutkan para pedagang dengan keputusan untuk meningkatkan produksi minyak mentah. Padahal peningkatan kasus baru Covid-19 mengancam dan melemahkan permintaan. Kelompok penghasil minyak ini memprediksi pasar minyak akan berubah dari defisit pasokan menjadi surplus pada awal 2022.

Minyak mentah Brent turun 15% sejak akhir November menjadi hanya di bawah US$70 per barel, mengurangi kenaikan tahun ini menjadi 35%. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penemuan omicron dan prospek lebih banyak barel yang masuk ke pasar dari OPEC+ dan importir utama seperti AS, yang ingin menurunkan biaya bahan bakar domestik.

Sementara kenaikan harga Aramco sejalan dengan survei Bloomberg terhadap para pedagang dan penyuling di Asia, hal itu menunjukkan bullish dari pihak manajemennya. “Saya sangat optimis terhadap prospek permintaan minyak. Pasar telah bereaksi secara berlebihan terhadap varian omicron,” papar Chief Executive Officer Aramco Amin Nasser.

Baca juga: Perlu Kolaborasi untuk Kejar Target Produksi Minyak 1 Juta Barel

Arab Saudi tercatat sebagai pengekspor minyak terbesar dunia. Sedangkan China mengirimkan lebih dari 60% hasil minyak mentahnya ke Asia utamanya, Jepang, Korea Selatan, dan India sebagai pembeli terbesarnya.

Harga jual resmi Aramco berfungsi sebagai penentu arah pasar minyak dunia dan sering memimpin tren harga di wilayah tersebut. Sebagian besar negara Timur Tengah menetapkan harga bulanan sebagai patokan.

Asal tahu saja, harga minyak menguat di awal pekan ini. Senin (6/12/2021) pukul 08.00 WIB, harga minyak WTI kontrak Januari 2022 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 67,89 per barel, menguat 2,46% ketimbang akhir pekan lalu pada US$ 66,26 per barel.

Baca juga: Sikapi Protes China, Anggota DPR Dorong Bakamla Diperkuat untuk Amankan Pengeboran Minyak di Natuna

Sedangkan harga minyak brent kontrak Februari 2022 di ICE Futures berada di US$ 71,51 per barel. Harga minyak acuan internasional ini menguat 2,33% ketimbang akhir pekan lalu pada US$ 69,88 per barel.

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Meski Omicron mengganas, Arab Saudi kerek harga minyak di pasar Asia dan Amerika

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas