Tribun Bisnis

BCA Sekuritas Targetkan Harga Saham MTEL di Rp 1.150

Target tersebut 43,75 persen di atas harga Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) yakni sebesar Rp 800 per saham.

Penulis: Yanuar R Yovanda
Editor: Hendra Gunawan
BCA Sekuritas Targetkan Harga Saham MTEL di Rp 1.150
Istimewa
Ilustrasi menara telekomunikasi Mitratel 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- PT BCA Sekuritas menargetkan harga saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel di harga Rp 1.150 dengan rekomendasi beli untuk saat ini.

Target tersebut 43,75 persen di atas harga Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) yakni sebesar Rp 800 per saham.

"Rekomendasi tersebut didukung oleh kinerja MTEL selama 2019 dan 2020, serta ke depannya," ujar Mohammad Fakhrus Arifin dan Pandu Anugrah selaku analis pasar modal PT BCA Sekuritas dalam risetnya, ditulis Senin (6/12/2021).

Baca juga: Erick Thohir Optimistis Mitratel Terus Lakukan Perbaikan Meski Harga Saham Tertekan 

Dalam riset tersebut, pendapatan MTEL meningkat 16,13 persen dari Rp 5,33 triliun menjadi Rp 6,19 triliun dan laba operasional tumbuh 27 persen dari Rp 1,33 triliun menjadi Rp 1,69 triliun pada 2020.

Sementara, EBITDA meningkat 58,55 persen menjadi Rp 4,17 triliun pada 2020 dibandingkan senilai Rp 2,63 triliun pada 2019.

Selanjutnya, laba bersih tercatat naik sebesar 11,77 persen dari Rp 637 miliar pada 2019 menjadi Rp 712 miliar pada 2020.

Baca juga: Melantai Perdana di Bursa Efek Indonesia, Saham Cimory Merosot 6,82 Persen

Kedua analis BCA Sekuritas memperkirakan pendapatan MTEL pada 2022 sebesar Rp 8,45 triliun atau lebih tinggi 19,69 persen dari perkiraan pada 2021 senilai Rp 7,06 triliun.

Ke depan, MTEL dinilai masih memiliki prospek, mengingat besarnya perkembangan industri telekomunikasi yang didukung masifnya bisnis digital.

Selain itu, pertumbuhan penyewaan menara diperkirakan akan tinggi serta adanya keinginan operator untuk memperluas jangkauan, terutama di luar Pulau Jawa.

Baca juga: ASDP Indonesia Ferry dan Pertamina Geothermal Energy Bakal IPO di 2022

"Laba bersih MTEL, kami perkirakan naik 51,90 persen menjadi Rp 2,40 triliun pada 2022 dari perkiraan laba sebesar Rp 1,58 triliun pada 2021," tutup riset tersebut.

Berdasarkan data BEI, saham MTEL ditutup di Rp 785 per saham akhir pekan lalu dan hari ini dibuka sama di Rp 785 per saham dengan pergerakan stagnan meski sempat berada di level terendah Rp 775.

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas