Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Heboh Seruan Boikot Pada JNE, Berikut Penjelasan Manajemen

Warga yang menyerukan boikot tersebut adalah sebagian warganet yang menilai lowongan kerja tersebut diskriminatif.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Heboh Seruan Boikot Pada JNE, Berikut Penjelasan Manajemen
TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO
Ilustrasi: Kurir JNE saat mengirimkan paket kepada warga disaat air surut di Pulau Belakangpadang, Batam, Provinsi Kepulaun Riau 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Heboh dalam beberapa hari terakhir tagar di media sosial Twitter yang menyerukan memboikot sebuah perusahaan jasa pengiriman baranag dan logistik.

Dikutip Kontan dari Kompas.com, tagar boikot JNE terjadi seiring beredarnya pamflet online lowongan pekerjaan sebagai kurir JNE Express, yang mensyaratkan pelamar wajib beragama tertentu.

Warga yang menyerukan boikot tersebut adalah sebagian warganet yang menilai lowongan kerja tersebut diskriminatif.

Baca juga: Ekspansi ke Pasar B2C, PCP Express Luncurkan Aplikasi Mitra Virtual

Di pamflet online tersebut tertulis bahwa kurir akan ditempatkan di wilayah Tamiang Layang, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah.

Namun, lowongan kerja ini dibuat mitra JNE yaitu CV Bangun Benua Lestari.

Menanggapi hal tersebut, VP of Marketing JNE Eri Palgunadi mengatakan, kejadian ini merupakan pelanggaran terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) dan nilai-nilai perusahaan yang menghargai keberagaman dan perbedaan.

Oleh karena itu, manajemen JNE secara tegas langsung melakukan pemutusan kerja sama dengan pihak mitra terkait pamflet online lowongan kerja tersebut.

Baca juga: Melalui #JntikanKebaikan, J&T Express Ajak Masyarakat Berdonasi di Tengah Pandemi

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami memberikan sanksi dengan pemutusan hubungan kerja sama dengan pihak mitra," ujarnya kepada Kompas.com, Selasa (7/12/2021).

Sementara untuk oknum karyawan yang terkait dengan kasus ini, kata Eri, akan dilakukan pemutusan hubungan kerja.

Eri mengatakan JNE dibangun oleh manajemen dan karyawan yang berasal dari beragam suku bangsa, ras, dan agama. Ia memastikan JNE sangat memegang teguh nilai-nilai toleransi.

Kami juga mengutamakan toleransi dan saling menghormati serta menghargai perbedaan," kata Eri.

Baca juga: JNE: Pulau Jawa Kuasai 60 Persen Perputaran Paket Kiriman Ekspres

Eri menambahkan, JNE selalu menerapkan nilai-nilai agama dan suku yang direalisasikan dalam berbagai aspek pada aktivitas perusahaan.

Mulai dari kegiatan keagamaan karyawan, apresiasi perjalanan ibadah bagi karyawan dengan masa kerja 10 tahun (umrah, hollyland tour, dan lain-lain), dan berbagai aktivitas lainnya.

Prospek Bisnis Cerah

Menanggapi soal prospek bisnis logistik, JNE, salah satu pemain di industri tersebut mengatakan, perkembangan e-commerce yang begitu cepat, menjadi salah satu penyebab kebutuhan akan pengiriman barang ikut meningkat secara signifikan.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas