Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Harga Kedelai Naik, Usaha Tahu Abdul Rakhim di Makassar Tetap Beroperasi

Produksinya harus tetap bertahan di tengah pandemi apalagi dengan harga kedelai melonjak naik.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Content Writer
zoom-in Harga Kedelai Naik, Usaha Tahu Abdul Rakhim di Makassar Tetap Beroperasi
Tribun Timur/A Syahrul Khair
Abdul Rakhim, pengusaha tahu dan nasabah BRI yang sukses membiayai anaknya hingga S2 

TRIBUNNEWS.COM - Abdul Rakhim, salah satu pengusaha industri rumahan pembuat tahu di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, sudah menggeluti usahanya selama 17 tahun.

Lokasinya berada di Jl inspeksi kanal, Moh Yamin Baru, Kelurahan Bara-baraya, Kecamatan Makassar, Kota Makassar.

Dikatakan Rakhim, industri pembuatan tahunya sudah digeluti sejak tahun 2004.

"Sejak tahun 2004, sebelumnya menjadi pengusaha kerupuk," kata Rakhim kepada tribun-timur.com di kediamannya, Jumat (10/12/2021).

Rakhim sebelumnya pernah menjadi pengusaha kerupuk. Namun, dia meninggalkan usaha itu lantaran kalah bersaing dengan pengusaha lain. Pria asal Banyuwangi, Jawa Timur itu, datang ke Kota Daeng julukan Kota Makassar sejak beberapa tahun silam.

"Tahun 1991, sebelumnya saya hanya menjadi tukang antar kerupuk milik om," Rakhim menjelaskan.

Bapak dua anak ini menjelaskan, produksi olahan rumahan hingga saat ini tetap berjalan. Meski begitu, produksinya harus bertahan di tengah pandemi, apalagi harga kedelai melonjak naik.

Rekomendasi Untuk Anda

"Melonjak tinggi harganya dari harga Rp6.500, Rp7.500, sekarang sudah Rp10.300 di pasaran," lanjut Rakhim.

Dituturkannya, bahan baku kedelai diambil yang impor, berasal dari Amerika. Alasannya, kedelai impor dan kedelai lokal jauh berbeda.

"Mohon maaf, yang banyak di pasaran itu kedelai impor, kalau lokal musiman dan hanya bisa bertahan satu bulan," jelasnya.

Sementara itu, kedelai lokal juga biasanya memiliki banyak kadar air. Untuk impor hanya sedikit.

"Lebih tahan lama kalau yang impor, lokal itu tidak bisa disimpan terlalu lama," katanya lebih lanjut Rakhim.

Hasil industri olahan rumahan tahunya dipasarkan ke berbagai pasar yang tersebar di Kota Makassar.

"Sasarannya Pasar Daya, Toddopuli, Pa'baeng-baeng, Panampu, dan lainnya di Kota Makassar," terangnya. 

Biasanya dalam sehari, bahan baku kedelai yang diolah itu sebanyak 400 kilogram hingga 500 kilogram digunakan kedelai.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas