Tribun Bisnis

Pemindahan Ibu Kota Negara

Kemenhub: Pembangunan Transportasi di Ibu Kota Baru Butuh Dana Rp 582,6 Miliar

penyiapan transportasi sangat penting dalam mendukung kelancaran aksesibilitas dan mobilitas manusia maupun barang di IKN

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Kemenhub: Pembangunan Transportasi di Ibu Kota Baru Butuh Dana Rp 582,6 Miliar
TRIBUN/BIRO PERS/AGUS SUPARTO
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan) meninjau progres persiapan pembangunan Ibu Kota baru di kawasan Kelurahan Pemaluan, Sepaku, Penajam Paser Utara, Selasa (17/12/2019). Hari ini Presiden Jokowi meresmikan beroperasinya Tol Balikpapan-Samarinda yang akan menjadi jalur penghubung utama menuju Ibu Kota baru RI. TRIBUNNEWS/BIRO PERS/AGUS SUPARTO 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat, untuk membangun sistem transportasi yang cerdas, terintegrasi dan ramah lingkungan di Ibu Kota Negara baru diperlukan pendanaan mencapai Rp 582,6 miliar.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, untuk mendukung pembangunan transportasi di Ibu Kota Baru di Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara Kalimantan Timur setidaknya butuh Rp 582,6 miliar.

Baca juga: Tak Hanya Ahok, PDIP Sodorkan 3 Nama Lagi Jadi Calon Kepala Otoritas IKN

"Kami sudah sampaikan terkait usulan kebutuhan dana dalam membangun transportasi di Ibu Kota Baru kepada Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas," ucap Budi Karya, Sabtu (29/1/2022).

Meski begitu, lanjut Budi Karya, karena terbataskan pendanaan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) maka pemerintah memberikan kesempatan kepada pihak swasta atau badan usaha untuk berperang membangun sektor transportasi Ibu Kota Baru.

Baca juga: Dukung Pembangunan di Kawasan IKN, Kemenhub Siapkan Konsep Smart City Smart Mobility

Ia juga mengatakan, tujuan utama pembangunan Ibu Kota Baru adalah untuk membangun kota baru yang cerdas, kompetitif di tingkat global, sebagai transformasi menuju negara yang berbasis inovasi, teknologi dan ekonomi hijau.

"Maka untuk mendukung hal tersebut, kami telah siapkan konsep smart city dan smart mobility dalam pembangunan Ibu Kota Baru,” ujar Budi Karya.

Baca juga: Eks Menteri PPN Minta Masyarakat Tak Pandang Pemindahan IKN Sebagai Proyek Oligarki

Budi mengungkapkan, penyiapan transportasi sangat penting dalam mendukung kelancaran aksesibilitas dan mobilitas manusia maupun barang di IKN.

"Dalam membangun konektivitas dan aksesibilitas IKN, Budi mengatakan transportasi publik yang ramah lingkungan menjadi pilihan utama," kata Budi Karya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas