DPR Minta BKPM Datangkan Investor Garap Pengolahan Karet dan Gas ke Sumbar
Sumbar merupakan salah satu produsen getah karet terbesar di Sumatera dan memiliki potensi sumber daya alam lain seperti gas.
Penulis:
Reza Deni
Editor:
Choirul Arifin
Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI asal Sumatera Barat (Sumbar) Andre Rosiade meminta Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mendatangkan investor ke Sumatera Barat untuk membangun industri pengolahan karet dan gas.
Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini menjelaskan, Sumbar merupakan salah satu produsen getah karet terbesar di Sumatera dan memiliki potensi sumber daya alam lain seperti gas.
"Saya sudah berkoordinasi dengan Gubernur dan sejumlah kepala daerah di Sumatera Barat yang daerahnya memproduksi karet. Kami Sumatera Barat adalah salah satu produsen karet terbesar di Pulau Sumatera dan kebetulan Kabupaten Sijunjung juga mempunyai cadangan gas besar yang belum ada off takernya Pak Bahlil," kata Andre.
Dia menyinggung pernyataan Bahlil pada medio Mei 2021 lalu, terkait realisasi investasi membangun industri karet di Sumatera Utara dan Sumatera Selatan.
Baca juga: GP Farmasi Curhat ke DPR, Sudah Investasi Besar di Industri Vaksin Tapi Belum Dibeli oleh Pemerintah
"Pak Bahlil tahun 2021 pernah bercerita ada investasi membangun industri karet di Sumatera Utara dan Sumatera Selatan. Saya ingin menanyakan apakah sudah ada realisasi investasi itu atau belum? Kalau belum apakah ada peluang untuk Sumatera Barat?" kata dia.
Baca juga: Pertamina Dinobatkan Sebagai Perusahaan Berstatus Layak Investasi
"Saya akan fasilitasi Pak Gubernur dan Bupati Bupatinya bertemu Pak Bahlil untuk bikin proposal bersama agar investasi itu terwujud di Sumatera Barat. Sehingga terlihat bahwa Presiden Jokowi itu presiden kita semua," imbuhnya.
"Jadi ada yang kongkrit dari Pak Bahlil Lahadalia di kampung saya. Sebagai anggota DPR RI dari Sumatera Barat wajib hukumnya bagi saya memperjuangkan Sumatera Barat," ujar Andre.
Baca juga: Investasi Energi Baru Terbarukan di NTT Menjanjikan, Kadin Janji Bawa Calon Investor
Dia mengapresiasi kinerja Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) atas capaian investasi sebesar Rp659,4 triliun atau 73,3 persen dari target tahun 2021 sebesar Rp900 triliun.
Dia juga mendukung penuh upaya kementerian yang dipimpin Bahlil Lahadalia dalam merealisasikan target investasi tahun 2022 yang meningkat menjadi Rp 1.200 triliun.
"Tentu kami dari Fraksi Partai Gerindra memberikan dukungan penuh kerja keras kementerian. Tentu harapan kami target Rp1.200 triliun ini bisa direalisasikan," kata Andre dalam kepada wartawan, Rabu (2/2/2022).