Tribun Bisnis

Ekspansi Digital Siloam Hospital Dinilai Turut Untungkan LPKR

John menambahkan teknologi seperti AI akan memainkan peran penting dalam pelayanan kesehatan di masa depan sekaligus bisa membantu pemerintah

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Ekspansi Digital Siloam Hospital Dinilai Turut Untungkan LPKR
Ist via Warta Kota
Siloam Hospital 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO), anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) di bidang kesehatan turut memacu digitalisasi melalui Prixa.ai dalam rangka mendukung pertumbuhan kinerja perusahaan.

Komisaris Utama SILO sekaligus CEO LPKR John Riady mengatakan bahwa LPKR melalui SILO berkomitmen untuk terus mengembangkan industri kesehatan di Indonesia dan mendorong transformasi digital yang juga berperan penting dalam pertumbuhan kinerja Perusahaan.

"Industri kesehatan merupakan salah satu industri atau sektor yang penting dan perlu dikembangkan di Indonesia. Terlebih lagi, perekonomian diperkirakan semakin bertumbuh dan kebutuhan akan fasilitas kesehatan semakin tinggi," kata John Riady, Kamis (24/3/2022).

Baca juga: Pemegang Saham Siloam Hospitals Setuju Rencana Stock Split Saham

John menambahkan teknologi seperti AI akan memainkan peran penting dalam pelayanan kesehatan di masa depan sekaligus bisa membantu pemerintah, rumah sakit, organisasi asuransi dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas tinggi dan efisien.

Ekspansi digital yang mendorong pertumbuhan kinerja SILO tentunya berdampak positif terhadap LPKR sebagai induk usaha.

LPKR merupakan pemegang saham utama SILO dengan kepemilikan 55,4 %.

Baca juga: Dirut RSCM Lega dapat Bantuan Konsentrator Oksigen

Seperti diketahui, setelah ekspansi digital melalui aplikasi MySiloam, SILO telah melakukan investasi strategis di Prixa.ai.

Ini adalah sebuah platform bantuan medis Artificial Intelligence (AI), yang mengaplikasikan teknologi diagnostik.

Layanan kesehatan Prixa.ai dalam satu platform meliputi pemeriksaan gejala pasien, konsultasi dokter via chat, pesan antar farmasi, dan tes laboratorium.

Baca juga: RSCM Gelar Vaksin Covid-19 untuk Nakes Lansia, Profesor Hindra: Tak Rasakan Apapun

Selain dapat digunakan untuk menyederhanakan proses rujukan pasien, teknologi ini bisa menjadi alat yang berharga untuk membantu dokter dalam membuat diagnosis yang akurat dan efisien.

John Riady mengatakan teknologi ini juga dapat memberikan informasi yang tepat dengan memproses data dalam jumlah besar dan dapat menemukan pola yang mungkin tidak terlihat jelas dari pengamatan manusia.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas