Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Perusahaan Listrik Prancis Engie Masih Bayar Gas Rusia Dalam Euro

Sebagai tanggapan atas sanksi Barat yang diterima Rusia setalah menginvasi Ukraina, Presiden Vladimir Putin menuntut pembeli gas Rusia

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Perusahaan Listrik Prancis Engie Masih Bayar Gas Rusia Dalam Euro
The Guardian/AFP
Presiden Tusia Vladimir Putin tetap mengharuskan Uni Eropa membayar gas yang dibelinya dari Rusia dengan rubel. Foto Presiden Vladimir Putin di jaringan pipa gas Rusia di Vladivostok, 2011. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni

TRIBUNNEWS.COM, PARIS - Perusahaan utilitas listrik multinasional Prancis, Engie mengatakan pihaknya masih membayar gas Rusia dalam euro, dan perusahaan ini masih menunggu panduan lebih lanjut dari Uni Eropa.

Sebagai tanggapan atas sanksi Barat yang diterima Rusia setalah menginvasi Ukraina, Presiden Vladimir Putin menuntut pembeli gas Rusia untuk melakukan pembayaran dalam bentuk rubel.

Rusia mengancam akan memotong pasokan gasnya, jika pembeli asing tidak melakukan pembayaran dalam bentuk Rubel. Bulan lalu, Rusia telah memotong pasokan gas ke Polandia dan Bulgaria, setelah keduanya menolak membayar dalam rubel.

Baca juga: Babak Baru Sanksi untuk Moskow, Uni Eropa Usulkan Larangan Minyak Rusia

CEO Engie, Catherine MacGregor mengatakan perusahaannya sedang mengerjakan solusi untuk menghadapi tuntuan Rusia.

“Hari ini kami masih membayar dalam euro dan kami menunggu klarifikasi dalam kerangka Eropa. Soal pembayaran dalam rubel ini sejujurnya agak rumit dan kami mencoba mencari solusi untuk itu.” kata MacGregor, yang dikutip dari Reuters.com.

MacGregor menambahkan, ia sedang mempersiapkan rencana jika Rusia menghentikan pasokan gasnya, walaupun ia mengungkapkan tidak adanya kekhawatiran mengenai pasokan gas untuk bulan Mei, karena pembayaran berikutnya akan jatuh tempo pada akhir Mei.

Baca juga: Benar-benar Digdaya, Digempur Sanksi Barat, Penjualan Minyak Rusia Justru Tembus Rp 958 Triliun!

“Yang penting adalah mengantisipasi musim dingin mendatang. Karena itu, waktu penghentian adalah kuncinya. Semakin besar stok kita, semakin mudah kita melewati musim dingin berikutnya,” katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Gas Rusia telah menyumbang sekitar 20 persen dari pasokan gas Engie dan 40 persen dari kebutuhan gas Eropa.

Komisis Eropa mengatakan pada hari Senin (2/5/2022) kemarin, kepatuhan pada skema pambayaran rubel yang diusulkan Rusia merupakan bentuk pelanggaran sanksi UE yang dijatuhkan kepada Rusia.

Komisi Eropa menjanjikan panduan yang lebih lengkap dan rinci, yang berisi langkah-langkah yang dilarang dan diperbolehkan untuk dilakukan perusahaan-perusahaan di Eropa.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas